Komentar Rasis Saat Belanda vs Jepang, Rafael van der Vaart Minta Maaf
Poin Penting
|
AMSTERDAM, investortrust.id – Legenda Belanda Rafael van der Vaart terpaksa menyampaikan permintaan maaf setelah menuai kecaman akibat komentar tentang pemain Jepang saat laga De Oranje di Grup F Piala Dunia 2026 yang berakhir imbang 2-2.
Mantan gelandang Tottenham Hotspur itu mengucapkan pernyataan kontroversial ketika bertugas sebagai analis untuk stasiun televisi Belanda, NOS. Saat membahas kegagalan Belanda Micky van de Ven mengawal pergerakan Koki Ogawa yang berujung gol penyeimbang Jepang, Van der Vaart melontarkan komentar bahwa para pemain Jepang "terlihat sama".
Ucapan tersebut langsung memicu kritik luas karena dianggap mengandung stereotip rasial terhadap masyarakat Asia Timur. Menyusul reaksi negatif yang berkembang, pria berusia 43 tahun itu akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi dan menegaskan tidak memiliki niat untuk menghina siapa pun.
Baca Juga
Protes Thomas Tuchel Direspons, FIFA Ubah Aturan Fotografer Piala Dunia 2026
“Itu tidak pernah menjadi niat saya untuk menyinggung, menyakiti, atau mendiskriminasi siapa pun. Saya menentang rasisme dalam segala bentuk dan menghormati orang dari semua latar belakang, etnis, dan budaya,” kata Van der Vaart dalam pernyataan resminya, dilansir BBC Sport.
Mantan kapten timnas Belanda yang mencatatkan 109 penampilan internasional itu juga mengakui bahwa ucapannya dapat dianggap menyakitkan oleh sebagian pihak.
“Saya memahami bahwa beberapa orang mungkin menganggap kata-kata saya menyinggung atau menyakitkan. Saya sungguh menyesalkan hal itu. Jika komentar saya telah menyebabkan rasa sakit atau kekecewaan, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus. Itu tidak pernah menjadi maksud saya,” lanjut Van der Vaart.
Organisasi anti-diskriminasi sepak bola Inggris, Kick It Out, turut mengecam pernyataan tersebut. Bersama Frank Soo Foundation, lembaga yang mendukung komunitas Asia Timur dan Asia Tenggara, mereka menyebut komentar Van der Vaart sebagai hal yang mengecewakan dan mengingatkan bahwa candaan bernuansa stereotip tetap dapat berdampak buruk bagi kelompok yang menjadi sasaran.
Kedua organisasi itu juga meminta media penyiaran lebih berhati-hati dalam memilih bahasa dan memastikan para narasumber memahami konsekuensi dari komentar yang mereka sampaikan, terutama di ajang sebesar Piala Dunia yang disaksikan jutaan penonton di seluruh dunia.
Baca Juga
Ayah Lionel Messi Alami Masalah Kesehatan, Keluarga Minta Privasi Dihormati
