FIFA Banjir Kritik Akibat Kekacauan Piala Dunia 2026, Gianni Infantino Santai
Poin Penting
|
MEXICO CITY, investortrust.id – Presiden FIFA Gianni Infantino memilih meredam berbagai kontroversi yang membayangi Piala Dunia 2026. Jelang laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan di Estadio Azteca, Jumat (12/6/2026) dini hari WIB, dirinya meminta semua pihak tenang, meski sejumlah masalah serius mencuat sebelum turnamen dimulai.
Piala Dunia 2026 dibuka di tengah berbagai polemik yang melibatkan kebijakan imigrasi Amerika Serikat. Salah satu kasus yang paling menyita perhatian adalah ditolaknya wasit asal Somalia, Omar Artan, saat tiba di Bandara Internasional Miami. Padahal, Artan sebelumnya ditunjuk FIFA dan berpeluang menjadi wasit Somalia pertama yang bertugas di putaran final Piala Dunia.
Tak hanya itu, penyerang Irak Aymen Hussein juga sempat menjalani pemeriksaan berjam-jam sebelum akhirnya diizinkan masuk ke Amerika Serikat. Sementara Iran menghadapi situasi yang lebih rumit setelah sejumlah anggota delegasi ditolak visanya, basis tim dipindahkan ke Meksiko, dan tiket suporter mereka dibatalkan oleh otoritas Amerika Serikat.
Baca Juga
Piala Dunia 2026 Dimulai, Shakira Jadi Pembuka Duel Meksiko Kontra Afrika Selatan
Meski berbagai persoalan tersebut memicu kritik terhadap penyelenggaraan turnamen, Infantino menolak memperbesar masalah itu. "Sangat disayangkan apa yang terjadi kepada wasit asal Somalia itu. Namun sekali lagi, kami tidak bisa mengendalikan semuanya," kata Infantino, di situs resmi FIFA.
"Kami akan berusaha, berdiskusi, dan mencari jalan keluarnya. Terkadang mungkin ada baiknya untuk sedikit tenang dan tidak bereaksi berlebihan," tambah Infantino.
Pernyataan tersebut memicu kritik karena dianggap kurang menunjukkan dukungan kepada Artan yang kehilangan kesempatan terbesar dalam kariernya sebagai wasit. Apalagi, dalam kesempatan yang sama, Infantino juga membela pemerintah Amerika Serikat terkait berbagai kebijakan keamanan dan imigrasi yang diterapkan selama Piala Dunia berlangsung.
Menurutnya, FIFA tidak memiliki kewenangan untuk mengatur siapa yang boleh atau tidak boleh masuk ke suatu negara. "Sayangnya dunia saat ini penuh tantangan dan faktor keamanan harus menjadi prioritas utama," ujar Infantino.
"Kita harus menghormati setiap keputusan yang diambil pihak berwenang. Ketika saya mengatakan untuk tetap tenang, bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Kita bukan penguasa dunia yang bisa mengatur pemerintah atau aparat keamanan. FIFA adalah organisasi olahraga yang hanya bisa bekerja dengan kewenangan yang kami miliki," ungkap Infantino.
Sikap FIFA tersebut menjadi perdebatan karena sebelumnya badan sepak bola dunia itu pernah menjatuhkan sanksi kepada negara tuan rumah yang dianggap tidak memenuhi prinsip keterbukaan bagi seluruh peserta turnamen.
Sorotan juga mengarah kepada kasus Iran. Meski akhirnya diizinkan tampil di Piala Dunia 2026, tim berjuluk Team Melli itu diwajibkan bermarkas di Meksiko dan hanya diperbolehkan masuk ke Amerika Serikat menjelang pertandingan mereka.
Infantino bahkan menganggap keberhasilan Iran tetap tampil di turnamen sebagai salah satu keberhasilan FIFA. "Ketika banyak orang mengatakan Iran tidak mungkin bisa tampil di Piala Dunia, saya berjanji mereka akan tetap datang," katanya.
"Saya tidak tahu siapa lagi yang bisa memastikan hal itu terjadi dalam situasi yang berada di luar kendali kami," tambah Infantino
Selain persoalan visa dan imigrasi, FIFA juga menghadapi tekanan terkait kebijakan harga tiket Piala Dunia 2026 yang terus menuai keluhan. Saat ini, sejumlah jaksa agung di California, New York, New Jersey, dan Texas tengah melakukan penyelidikan terhadap sistem penjualan tiket FIFA yang diduga merugikan konsumen.
Namun, Infantino menegaskan FIFA telah menjalankan seluruh proses sesuai aturan. "Kami selalu memeriksa setiap kebijakan bersama pengacara dan pakar terbaik. Jika kami dianggap melakukan kesalahan, maka hampir semua pihak yang menjual tiket acara besar di Amerika Utara juga melakukan kesalahan yang sama," ujarnya.
Infantino juga menilai penyelidikan tersebut tidak mencerminkan keseluruhan situasi karena jumlah keluhan yang diterima hanya berasal dari sebagian kecil pembeli tiket. Menurutnya, tingginya harga tiket terjadi karena permintaan yang sangat besar, bahkan disebut mencapai lebih dari 10 kali lipat dibandingkan perkiraan awal FIFA.
Baca Juga
Piala Dunia 2026, Paus Leo XIV Sampaikan Pesan Persatuan Lewat Sepak Bola

