Como Cetak Sejarah Lolos ke Liga Champions, Cesc Fabregas Beberkan Kuncinya
Poin Penting
|
COMO, investortrust.id – Cesc Fabregas mengaku sebenarnya sudah memiliki firasat bahwa Como akaan mampu menembus kompetisi elite Eropa, Liga Champions, sejak beberapa pekan lalu.
Como resmi mencetak sejarah terbesar klub setelah memastikan tiket Liga Champions musim depan. Como memastikan finish di zona Liga Champions seusai menang 4-1 atas Cremonese pada pekan terakhir Serie A 2025/2026. Pada saat bersamaan, AC Milan kalah di San Siro. Dan, itu membuat Como secara dramatis merebut tiket Liga Champions pertama dalam sejarah.
Fabregas mengungkapkan keyakinannya kepada para pemain bahkan sebelum pertandingan penting melawan Parma beberapa pekan lalu. “Dalam hidup saya, bahkan saat melakukan pergantian pemain, saya selalu punya firasat tentang sesuatu. Sehari sebelum melawan Parma, saya merasa kalau kami bisa meraih dua kemenangan, maka kami akan lolos ke Liga Champions,” ujar Fabregas kepada DAZN Italia.
Baca Juga
Kisah Sunderland Cetak Keajaiban, Dari Kasta Ketiga Inggris Lolos ke Liga Europa
“Saya memperlihatkan video seorang pembalap sepeda yang berada di posisi keenam, lalu dia terus mengayuh di sprint terakhir dan akhirnya menang. Itulah yang kami lakukan musim ini,” tambah Fabregas.
Perjalanan Como menuju Liga Champions terasa luar biasa. Dua tahun lalu klub tersebut masih bermain di Serie B sebelum promosi ke Serie A. Kini, mereka justru berhasil menembus kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/Como_1907/status/2058685583497498810?ref_src=twsrc%5Etfw
Fabregas menyebut keberhasilan ini terasa spesial karena mayoritas skuad Como diisi pemain muda. “Kami punya 15 pemain berusia di bawah 23 tahun. Ini adalah mahakarya seluruh tim. Mereka selalu ingin berkembang dan menaikkan level permainan di saat yang tepat,” ujar pelatih asal Spanyol tersebut.
Fabregas juga mengenang masa-masa awalnya di Como ketika fasilitas klub masih sangat terbatas. Bahkan, saat pertama kali datang empat tahun lalu sebagai pemain, Como belum memiliki pusat latihan yang layak.
“Kami bahkan melakukan pijat pemain di meja belakang sebuah bar karena tidak punya fasilitas latihan. Sekarang kami berada di Liga Champions,” beber Fabregas.
🐦 Social Media Post
Pelatih berusia 39 tahun itu mengaku berkembang pesat selama menangani Como. “Ini seperti masuk universitas sepak bola setiap hari karena saya harus mengambil begitu banyak keputusan,” ujar Fabregas.
Meski mulai dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa, Fabregas menegaskan dirinya belum terburu-buru meninggalkan Como. “Saya sangat bahagia di sini. Dalam pekerjaan ini, Anda tidak boleh terburu-buru. Anda harus terus belajar dan bersabar,” katanya.
Fabregas juga memastikan Como belum ingin berhenti berkembang setelah lolos ke Liga Champions. “Como sudah naik level karena sekarang kami ada di Liga Champions,” ujar legenda tim nasional Spanyol tersebut.
Baca Juga
Dari Juara Eropa ke Degradasi, West Ham United Hadapi Krisis Finansial

