Tottenham di Ujung Tanduk, Laga Lawan Everton Jadi Penentuan
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Tottenham Hotspur berada di ambang degradasi paling memalukan dalam sejarah Liga Premier setelah kalah 1-2 dari Chelsea di Stamford Bridge, Rabu (20/5/2026) dini hari WIB. Kini, nasib Spurs akan ditentukan pada laga terakhir melawan Everton, Minggu (24/5/2026) malam WIB.
Kekalahan dari Chelsea membuat Tottenham gagal keluar dari tekanan besar di papan bawah klasemen. Spurs sebenarnya masih memegang kendali untuk bertahan di Liga Premier karena hanya membutuhkan hasil imbang saat menghadapi Everton pada pekan terakhir.
Tottenham saat ini unggul selisih gol cukup jauh dari West Ham United yang berada di zona degradasi. Tapi, jika Spurs kalah dan West Ham menang atas Leeds United, klub asal London Utara itu dipastikan terdegradasi ke Championship.
Baca Juga
Laga kontra Chelsea sendiri menyisakan kontroversi besar yang dianggap menjadi salah satu momen penentu musim Tottenham. Spurs sempat berharap mendapat penalti ketika bek Chelsea Marc Cucurella menjatuhkan Micky van de Ven di kotak terlarang saat Mathys Tel bersiap mengambil sepak pojok.
Namun, wasit Stuart Attwell tidak memberikan penalti setelah VAR memastikan pelanggaran terjadi sesaat sebelum bola dimainkan. Cucurella hanya menerima kartu kuning karena insiden tersebut dianggap belum masuk fase permainan aktif.
Dalam pertandingan tersebut, Chelsea lebih dulu unggul dua gol lewat Enzo Fernandez dan Andrey Santos. Tottenham sempat memperkecil ketertinggalan melalui Richarlison, tapi gagal menyamakan skor hingga laga berakhir.
Pelatih Tottenham Roberto de Zerbi menolak terlalu lama membahas kontroversi penalti tersebut. Dia menegaskan fokus penuh tim kini tertuju pada laga hidup mati melawan Everton.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/SpursOfficial/status/2056861623617298454?ref_src=twsrc%5Etfw
“Ini bukan urusan saya. Tugas saya adalah fokus mempersiapkan pertandingan berikutnya dan mendapatkan poin yang kami butuhkan karena Minggu nanti adalah final bagi kami,” ujar De Zerbi, dilansir BBC Sport.
Menariknya, De Zerbi bahkan menyebut laga melawan Everton lebih penting dibanding final Liga Europa musim lalu saat Tottenham menjuarai kompetisi tersebut di Bilbao. “Pertandingan ini lebih penting daripada bermain untuk trofi. Musim lalu berakhir dengan bermain untuk trofi. Sekarang kami bermain untuk sesuatu yang lebih penting daripada trofi, yaitu harga diri dan sejarah klub,” lanjut De Zerbi.
Pelatih asal Italia itu menegaskan bertahan di Liga Premier menjadi harga mati bagi Tottenham. “Anda bisa memenangkan trofi, tetapi itu tidak mengubah apa pun. Yang paling penting adalah harga diri dan martabat klub, supaya kami bisa pergi berlibur tetap sebagai klub Liga Premier. Kami harus tetap hidup. Minggu melawan Everton akan menjadi hari besar bagi kami,” tegas De Zerbi.
Baca Juga
Arsenal Juara Liga Premier, Mikel Arteta Ukir Sejumlah Rekor Membanggakan

