Lagi-lagi Penjaga Perdamaian TNI di UNIFIL Terluka Akibat Ledakan di Lebanon
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Pasukan TNI yang bertugas sebagai penjaga perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) lagi-lagi menjadi korban pertikaian antara tentara Israel dan sejumlah milisi Lebanon.
Kali ini tiga orang personel penjaga perdamaian berkebangsaan Indonesia mengalami luka-luka menyusul insiden ledakan yang terjadi di dalam fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di dekat El Adeisse pada Jumat sore (3/4/2026) waktu setempat.
Berdasarkan pernyataan resmi dari dari Siska Widyawati selaku perwakilan Pusat Informasi PBB di Indonesia (UNIC) menyebutkan bahwa personel yang terluka merupakan bagian dari misi besar penjaga perdamaian oleh PBB di Lebanon, dan berkebangsaan Indonesia.
“Ini merupakan pekan yang sulit bagi para penjaga perdamaian yang bertugas di sekitar bagian tengah wilayah operasi UNIFIL. Kami menyampaikan harapan terbaik kami agar seluruh korban luka dapat pulih sepenuhnya dan secepatnya,” ujar Siska dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi.
Ia juga menyampaikan bahwa UNIFIL mengingatkan semua pihak akan kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian, termasuk dengan menghindari aktivitas tempur di sekitar yang dapat membahayakan mereka.
Sebelumnya diberitakan, tiga prajurit TNI yang gugur dalam tugas perdamaian di Lebanon sebagai bagian dari UNIFIL. Mereka yakni Mayor Infanteri Zulmi Aditya Iscandar (33 tahun),Sersan Satu Muhammad Nurkwan (25 tahun),Kopral Farahizal Ramadan (27 tahun). Mereka tewas saat menjalankan mandat Dewan Keamanan PBB, termasuk dalam misi logistik di wilayah Bani Hayad serta penugasan di pos Ashit Aluzer, Lebanon selatan.
Selain itu, lima personel lainnya mengalami luka-luka, yakni Kapten Sultan Wiran Molana, Kopral Rico Praudia, Kopral Arif Kawan, Kopral Bayou Praoso, dan Prajurit Denny Rianto.
Indonesia mendesak agar jenazah para korban segera dipulangkan secara aman dan bermartabat, serta meminta perawatan medis terbaik bagi personel yang terluka agar dapat pulih sepenuhnya.

