Bursa Eropa Menguat, tapi Stoxx 600 Catat Bulan Terburuk Sejak 2022
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Saham Eropa menguat pada Selasa (31/3/2026), tetapi menutup kinerja bulanan terburuknya dalam enam tahun, seiring ketidakpastian mengenai arah perang Iran yang masih membayangi.
Baca Juga
AS Ancam Hancurkan Infrastruktur Energi Iran, Termasuk Kharg Island Jika Hormuz Tak Dibuka
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 naik 0,43%, setelah sempat turun ke zona negatif setelah pembukaan. Semua bursa utama dan sebagian besar sektor regional ditutup menguat.
Meski berhasil memangkas sebagian kerugian pada Selasa, Stoxx 600 menutup Maret dengan penurunan bulanan sebesar 7,99%, menandai kerugian bulanan terbesar sejak pertengahan 2022.
Inflasi di zona euro melonjak ke 2,5% pada Maret, menurut data awal terbaru dari Eurostat pada Selasa. Inflasi zona euro naik dari 1,9% pada Februari dan melampaui target 2% dari Bank Sentral Eropa, didorong oleh kenaikan harga energi global.
Saham di kawasan Asia-Pasifik juga bergejolak dalam perdagangan kemarin setelah laporan menyebut Presiden AS Donald Trump berupaya menghindari konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
The Wall Street Journal melaporkan pada Senin malam bahwa Trump mengatakan kepada para penasihatnya bahwa ia bersedia mengakhiri permusuhan militer AS terhadap Iran meskipun Selat Hormuz tetap sebagian besar tertutup.
Trump dan para penasihatnya diyakini menilai bahwa operasi untuk membuka kembali jalur penting tersebut dapat memperpanjang konflik melampaui target awal perang yang diperkirakan hingga enam minggu.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada Al Jazeera dalam wawancara yang diterbitkan Senin bahwa tujuan Washington di Iran akan tercapai dalam “hitungan minggu, bukan bulan.”
“Tujuan tersebut adalah penghancuran angkatan udara mereka, yang telah tercapai. Penghancuran angkatan laut mereka, yang sebagian besar telah tercapai. Pengurangan signifikan jumlah peluncur rudal yang mereka miliki, yang sedang kami capai; dan kami akan menghancurkan pabrik yang memproduksi rudal dan drone yang mereka gunakan untuk menyerang tetangga mereka dan Amerika Serikat serta kehadiran kami di kawasan,” urainya.
Rubio yakin tujuan itu bisa tercapai. “Kami berada di jalur yang tepat atau bahkan lebih cepat dari jadwal. Kami akan mencapainya dalam hitungan minggu, bukan bulan,” ujarnya.
Harga minyak bergolak. Trump pada Senin mengancam akan memperluas serangan ke infrastruktur energi sipil Iran, termasuk fasilitas desalinasi air, jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz.
Baca Juga
Minyak Brent Melonjak 55% Sepanjang Maret, Rekor Kenaikan Bulanan Terbesar sejak 1988
Kesepakatan Unilever
Raksasa barang konsumsi Unilever mengumumkan bahwa pihaknya sedang dalam pembicaraan lanjutan dengan McCormick & Company untuk menggabungkan bisnis makanannya dengan produsen rempah asal AS tersebut. Kesepakatan bisa diselesaikan hari ini, kata perusahaan.
“Jika transaksi berlanjut, saat ini dipertimbangkan akan melibatkan komponen kas awal sekitar US$15,7 miliar dan sebagian besar imbalan dalam bentuk saham McCormick. Setelah transaksi selesai, diharapkan Unilever dan para pemegang sahamnya akan memiliki 65% dari perusahaan gabungan,” demikian penjelasan Unilever. Saham Unilever ditutup turun lebih dari 7% pada Selasa.
Sementara itu, Novo Nordisk meluncurkan program langganan multi-bulan untuk produk obat obesitas Wegovy. Perusahaan menyatakan langkah ini akan memastikan pasien yang membayar tunai mendapatkan harga bulanan yang lebih rendah dan “dapat diprediksi.”
Pasien yang memenuhi syarat dapat memilih langganan tiga, enam, atau 12 bulan untuk suntikan Wegovy atau dua dosis tertinggi dari pil yang baru diluncurkan dengan nama merek yang sama.
Pemangkasan harga ini dilakukan ketika produsen obat asal Denmark tersebut berupaya mempertahankan pangsa pasar dari pesaing Eli Lilly.
Meski menjadi yang pertama meluncurkan obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, pangsa pasar Novo telah tergerus dan kini hanya sekitar 40%. Eli Lilly memegang sekitar 60%, menurut sebagian besar perkiraan. Saham Novo ditutup turun 0,1%.

