Trump Benarkan Khamenei Tewas, Dorong Perubahan Rezim Iran
Poin Penting
|
FLORIDA, Investortrust.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei melalui unggahan di platform Truth Social, Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut Khamenei sebagai “salah satu orang paling jahat dalam sejarah” dan menegaskan bahwa pemimpin tertinggi Iran tersebut telah tewas dalam operasi yang melibatkan kemampuan intelijen dan sistem pelacakan Amerika Serikat.
Dikutip SkyNews, Trump menyatakan Khamenei tidak mampu menghindari pengawasan intelijen AS, dan menambahkan bahwa tidak ada satu pun langkah yang dapat dilakukan Khamenei maupun para pemimpin Iran lain yang, menurutnya, turut tewas dalam operasi tersebut.
Ia menggambarkan kematian Khamenei sebagai peluang terbesar bagi rakyat Iran untuk “merebut kembali negara mereka”, sebuah pernyataan yang secara implisit mengarah pada dorongan perubahan rezim di Teheran.
Baca Juga
Disebut Tewas, Ini Kisah Pimpinan Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei hingga ke Tampuk Kekuasaan
Presiden AS itu juga mengeklaim bahwa Washington menerima laporan internal yang menunjukkan sebagian anggota Garda Revolusi Iran, militer, serta aparat keamanan dan kepolisian Iran tidak lagi memiliki keinginan untuk bertempur. Dalam konteks tersebut, Trump menyatakan kesediaannya memberikan jaminan kekebalan hukum bagi pihak-pihak yang memilih untuk tidak melanjutkan perlawanan.
Lebih jauh, Trump menegaskan bahwa dalam waktu satu hari saja, Iran telah mengalami kehancuran besar dan bahkan menyebut negara tersebut “nyaris dilenyapkan”. Meski demikian, ia memastikan bahwa serangan udara besar-besaran terhadap Iran akan terus berlanjut tanpa henti sepanjang pekan atau selama dianggap diperlukan oleh Amerika Serikat.
Sebelumnya, sejumlah sumber resmi Iran membantah laporan kematian Khamenei dan menyatakan bahwa pemimpin tertinggi itu masih hidup serta “mengendalikan situasi di lapangan”.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, dalam wawancara dengan Sky News menegaskan bahwa kepemimpinan Iran berada dalam kondisi aman. Baghaei menyatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran “aman dan sehat”, sekaligus menepis klaim Israel mengenai tewasnya Ayatullah Ali Khamenei.
Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan klaim pejabat Israel yang menyebut jasad Khamenei telah ditemukan. Hingga kini, belum ada konfirmasi independen yang sepenuhnya memastikan kebenaran klaim kematian pemimpin tertinggi Republik Islam Iran tersebut.

