Bursa Eropa Menguat Setelah Trump Berlakukan Tarif 10%, tapi Saham Diageo Anjlok Hampir 13%
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Bursa saham Eropa ditutup lebih tinggi pada Rabu (25/2/2026). Ketegangan pasar global mereda menyusul pemberlakuan tarif universal 10% oleh Presiden AS Donald Trump, alih-alih tarif 15% yang sebelumnya diancamkan.
Baca Juga
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup naik 0,7% dengan sebagian besar bursa utama berakhir di wilayah positif.
Rabu menjadi hari yang sibuk dengan laporan kinerja dari Leonardo, Iberdrola, E.ON, Bayer, Ferrovial, Heidelberg Materials, Poste Italiane, Fresenius, Novonesis dan Telefonica. Data yang dirilis termasuk produk domestik bruto Jerman dan indeks kepercayaan konsumen serta angka inflasi terbaru zona euro.
Perusahaan minuman keras asal Inggris Diageo mengakhiri sesi dengan penurunan 12,7% setelah menurunkan proyeksi penjualan dan laba 2026 pada Rabu. Produsen minuman beralkohol terbesar di dunia itu melaporkan bahwa permintaan yang lebih lemah dari Amerika Utara dan China memengaruhi pendapatan pada paruh pertama tahun fiskalnya.
Penjualan bersih turun 4% menjadi US$10,5 miliar dalam enam bulan hingga Desember, dengan perusahaan menyebut adanya “tekanan pada pendapatan disposabel yang berdampak pada minuman keras AS.” Laba operasional juga turun 1,2% menjadi US$3,1 miliar.
Diageo kini memperkirakan pelemahan lanjutan pada 2026, dengan penjualan organik diproyeksikan turun 2% hingga 3%, laba operasional organik diperkirakan stagnan hingga naik tipis satu digit rendah, serta memangkas dividen menjadi 20 sen per saham.
Selain itu, produsen mobil Inggris Aston Martin akan memangkas 20% tenaga kerjanya pada 2026 setelah melaporkan kinerja laba yang lebih lemah akibat dampak tarif di AS dan China, demikian disampaikan Rabu.
Perusahaan menyatakan pemangkasan tersebut akan menghasilkan penghematan sebesar £40 juta. Pendapatan produsen mobil mewah itu turun menjadi £1,26 miliar pada 2025, merosot 21% dibanding tahun sebelumnya. Perusahaan membukukan rugi operasional sebesar £259,2 juta, dan total volume grosir turun 10% menjadi 5.448 unit.
Tarif yang meningkat di AS dan China membebani kinerja perusahaan dan kemampuannya untuk mengeksekusi rencana secara efektif, kata CEO Aston Martin Adrian Hallmark. Sahamnya ditutup turun 2,9%, menyentuh level terendah 52 minggu.
HSBC melaporkan laba sebelum pembukaan pasar, dengan bank tersebut mencatat laba tahunan sebelum pajak sebesar US$29,91 miliar, melampaui estimasi. Saham HSBC yang terdaftar di London ditutup melonjak hampir 8% pada Rabu, mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu.
Kinerja positif saham Eropa terjadi setelah bursa kawasan tersebut ditutup menguat pada Selasa ketika investor menilai lanskap perdagangan global baru pasca langkah tarif terbaru Trump. Dalam pidato kenegaraan (State of the Union) pada Selasa malam, Trump mengatakan bahwa ia meyakini tarifnya akan menggantikan pajak penghasilan.
“Seiring waktu, saya percaya bahwa tarif, yang dibayar oleh negara-negara asing, akan, seperti di masa lalu, secara substansial menggantikan sistem pajak penghasilan modern, sehingga meringankan beban finansial besar dari rakyat yang saya cintai,” kata Trump.
Baca Juga
Kospi Korsel Cetak Rekor Baru, Pasar Asia Abaikan Kenaikan Tarif Trump
Di AS, saham diperdagangkan lebih tinggi pada Rabu. Di pasar Asia-Pasifik, saham Korea Selatan dan Jepang mencetak rekor tertinggi.

