Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Indonesia mengecam serangan Israel terhadap Gaza yang masih berlangsung meski adanya gencatan senjata. Indonesia bersama tujuh negara berpenduduk mayoritas muslim lainnya telah menyampaikan pernyataan bersama yang mengecam serangan tersebut.
"Terkait dengan serangan tersebut, kita semua, khususnya negara-negara yang tergabung di dalam Group of New York, ini yang delapan negara dengan mayoritas penduduk Islam, muslim terbesar Itu sepakat untuk mengeluarkan joint statement bersama yang sifatnya mengecam," kata Menlu Sugiono seusai mendampingi Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan pimpinan ormas Islam di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga
Menlu Sugiono: Tanda Tangan Keanggotaan 'Board of Peace' Langkah Konkret Atasi Konflik di Gaza
Pelanggaran terhadap gencatan senjata ini terjadi saat Israel, negara-negara Arab, dan Indonesia bergabung dengan BoP.
Menlu Sugiono mengatakan, serangan Israel ke Gaza mencederai proses perdamaian yang sedang berjalan melalui Board of Peace. Indonesia, kata Sugiono, menuntut Israel dan seluruh pihak untuk menghormati upaya perdamaian karena merupakan kesepakatan bersama.
Dikonfirmasi mengenai kemungkinan Indonesia mempertimbangkan keanggotaan Board of Peace terkait serangan Israel tersebut, Menlu Sugiono mengatakan, situasi di Gaza saat ini masih sangat rapuh. Indonesia bersama Board of Peace terus berupaya menciptakan perdamaian di Gaza.
"Situasi demi situasi ataupun kasus demi kasus yang kita lihat Itu memerlukan suatu penilaian dan penanganan yang dingin, tidak emosional dengan tetap berpegangan pada tujuan akhir tercapai," katanya.
Baca Juga
Prabowo Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kemerdekaan Palestina melalui Board of Peace
Diberitakan, Israel masih tetap melancarkan serangan ke Gaza, Palestina pada Sabtu (31/1/2026). Serangan yang terjadi di tengah gencatan senjata yang masih berlaku itu menyebabkan sedikitnya 32 warga Gaza tewas, termasuk anak-anak. Serangan tersebut dilaporkan menyasar tempat penampungan, tenda pengungsi, sebuah kantor polisi, serta apartemen hunian.

