Reli ‘Big Tech’ Dongkrak Wall Street, S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS bervariasi pada Selasa waktu AS atau Rabu (28/1/2026). Indeks S&P 500 mencetak rekor tertinggi intraday baru, didorong oleh kenaikan saham-saham Big Tech, di tengah penantian pelaku pasar terhadap laporan keuangan perusahaan-perusahaan sektor tersebut. Investor juga mencermati keputusan suku bunga pertama Federal Reserve tahun ini yang akan diumumkan pada Rabu.
Indeks S&P 500 naik 0,41% dan mencatat rekor penutupan di level 6.978,60, sementara Nasdaq Composite melonjak 0,91% dan ditutup pada 23.817,10. Indeks Dow Jones Industrial Average justru melemah, turun 408,99 poin atau 0,83%, dan berakhir di 49.003,41. Penurunan hampir 20% saham UnitedHealth menjadi beban utama bagi indeks berisi 30 saham tersebut.
Baca Juga
Wall Street Menguat Ditopang Saham 'Big Tech', Dow Melonjak Lebih 300 Poin
Saham Apple naik lebih dari 1%, sementara Microsoft menguat lebih dari 2%. Hingga akhir pekan ini, lebih dari 90 perusahaan dalam indeks S&P 500 akan merilis laporan keuangan. Meta Platforms dan Microsoft, bersama raksasa “Magnificent Seven” lainnya, Tesla, dijadwalkan melaporkan kinerja pada Rabu. Apple akan menyampaikan hasil kinerjanya pada Kamis.
“Semua orang memperhatikan apa pun yang bisa memberi gambaran tentang narasi [kecerdasan buatan/AI],” ujar Thomas Martin, manajer portofolio senior di Globalt Investments, seperti dikutip CNBC. Ia menambahkan bahwa investor akan fokus pada tingkat belanja modal perusahaan serta hal-hal yang berkaitan dengan monetisasi AI. “Semuanya akan bergantung sisi itu, selain jumlah uang yang mereka belanjakan, baik di sisi capex maupun opex,” tambahnya.
Kekhawatiran terhadap valuasi yang sudah terlalu tinggi sempat membebani saham-saham utama dalam tema perdagangan AI menjelang akhir tahun lalu, menekan pasar secara lebih luas seiring meningkatnya kekhawatiran akan terbentuknya gelembung teknologi. Namun, Martin meyakini bahwa meskipun masih ada pertanyaan terkait teknologi tersebut—termasuk soal tingkat pengembalian investasi—minat investor akan tetap berlanjut, setidaknya dalam beberapa tahun ke depan.
“AI tidak akan berlalu. Pembangunan pusat data tidak akan berhenti. Penggunaannya, pemakaian model-modelnya, kemunculan agen, robotika, dan sebagainya—semua itu akan terus melanjutkan lintasan penemuan,” bebernya.
Pergerakannya diperkirakan akan maju mundur, tetapi Martin memperkirakan bias AI tetap positif terhadap pasar.
Saham beberapa perusahaan asuransi kesehatan besar menjadi yang berkinerja terburuk pada Selasa, anjlok setelah Centers for Medicare & Medicaid Services mengusulkan kenaikan pembayaran kepada perusahaan asuransi Medicare Advantage dengan rata-rata bersih hanya 0,09% pada 2027. Saham Humana merosot 21%, sementara CVS Health turun 14%.
Baca Juga
The Fed Pangkas Bunga Acuan 25 Bps, Isyaratkan Kehati-hatian pada 2026
Pasar pekan ini dibayangi keputusan kebijakan pertama The Fed tahun 2026. Bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran target 3,5% hingga 3,75%, namun pelaku pasar akan mencari petunjuk mengenai kapan pemangkasan suku bunga selanjutnya dapat dilakukan. Perdagangan kontrak berjangka Fed funds masih menunjukkan kemungkinan adanya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing seperempat poin persentase hingga akhir 2026, menurut CME FedWatch Tool.

