Trump Naikkan Tarif Korea Selatan ke 25%, Saham Hyundai dan Kia Anjlok
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden Donald Trump menaikkan tarif atas impor mobil, produk farmasi, dan kayu dari Korea Selatan dari 15% menjadi 25%. Alasannya, parlemen negeri ginseng itu terlambat menyetujui kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat yang dicapai musim panas lalu.
Baca Juga
PDB Kuartal II-2025 Tumbuh 0,6%, Korea Selatan Terhindar dari Resesi
Saham Hyundai Motor turun lebih dari 4% setelah kabar tersebut. Perusahaan berbasis Korea Selatan itu merupakan importir terbesar kendaraan baru dari negara tersebut ke Amerika Serikat.
Harga saham anak usaha Hyundai, Kia, merosot hampir 3,5%, sementara afiliasinya Hyundai Mobis turun 5%, menurut laporan Reuters.
“Parlemen Korea Selatan tidak menepati Kesepakatannya dengan Amerika Serikat,” kata Trump dalam unggahan di Truth Social.
“Presiden Lee [Jae Myung] dan saya mencapai Kesepakatan Besar untuk kedua negara pada 30 Juli 2025, dan kami menegaskan kembali ketentuan ini saat saya berada di Korea pada 29 Oktober 2025. Mengapa Parlemen Korea belum menyetujuinya?” tanya Trump.
“Karena Parlemen Korea belum memberlakukan Perjanjian Perdagangan Bersejarah kita, yang merupakan hak prerogatif mereka, dengan ini saya menaikkan tarif Korea Selatan atas mobil, kayu, farmasi, dan semua tarif resiprokal lainnya, dari 15% menjadi 25%,” tulisnya, seperti dilansir CNBC.
Reuters melaporkan bahwa Blue House, kantor kepresidenan Korea Selatan, mengatakan bahwa pemerintah AS belum secara resmi memberi tahu Korea Selatan mengenai kenaikan tarif tersebut. Media itu juga melaporkan bahwa penasihat presiden Korea Selatan akan menggelar pertemuan dengan kementerian terkait untuk membahas langkah-langkah menyikapi kenaikan tersebut.
Korea Selatan merupakan salah satu eksportir barang terbesar ke Amerika Serikat.
AS mengimpor barang senilai US$131,6 miliar dari Korea Selatan pada 2024, menurut Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat.
Dalam kesepakatan dagang yang diumumkan pada Juli, Trump mengatakan AS akan mengenakan tarif menyeluruh sebesar 15% atas impor dari Korea Selatan, 10 poin persentase lebih rendah dibandingkan level yang ia ancamkan pada awal bulan yang sama.
Baca Juga
Deal! Trump Tetapkan Tarif 15%, Korsel Janjikan Investasi Jumbo
Trump juga mengatakan pada saat itu bahwa Korea Selatan telah sepakat untuk “memberikan kepada Amerika Serikat US$350 miliar untuk investasi yang dimiliki dan dikendalikan oleh Amerika Serikat, dan dipilih oleh saya sendiri, sebagai Presiden.”
Mahkamah Agung AS pada November lalu mendengarkan argumen dalam kasus yang menantang legalitas tarif yang diberlakukan Trump secara sepihak, dengan para hakim menyatakan skeptisisme apakah ia memiliki kewenangan untuk mengenakan bea tersebut tanpa persetujuan Kongres.
Mahkamah Agung hingga kini belum mengeluarkan putusan dalam kasus tersebut.

