Pasar Asia Dibuka Bervariasi, Indeks Nikkei 225 Jepang Merosot
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada perdagangan Senin (26/1/2026). Investor mencermati berlanjutnya kekhawatiran geopolitik. Pasar juga mencermati harga emas dan gejolak mata uang Yen.
Baca Juga
Pasar Asia-Pasifik ‘Mixed’, Kospi Korea Selatan Cetak Rekor Baru di Awal 2026
Presiden AS Donald Trump, Sabtu, mengancam tarif 100% terhadap Kanada bila negara itu membuat perjanjian dagang dengan China. Namun, pada Minggu waktu AS, Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan bahwa negaranya tidak sedang mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China tanpa pemberitahuan sebelumnya dan tidak memiliki niat untuk melakukan hal tersebut, setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% jika Kanada menjalin kesepakatan dagang dengan China.
“Kanada menghormati keterlibatan dan komitmen kami. Kami memiliki komitmen di bawah CUSMA (Perjanjian Kanada–Amerika Serikat–Meksiko) untuk tidak mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan ekonomi non-pasar tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kami tidak berniat melakukan hal itu dengan China atau dengan ekonomi non-pasar lainnya,” ujar Carney.
Harga emas spot melonjak ke rekor tertinggi di atas US$5.000 per ons, seiring investor berbondong-bondong mencari aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik. Harga terakhir tercatat di US$5.033,99 per ons pada pukul 07.52 waktu Singapura (18.52 EST Minggu waktu AS).
Baca Juga
Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 1,52%, sementara Topix turun 1,76%. Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,64%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq melonjak 2,28%.
Nilai tukar yen Jepang terakhir menguat 0,45% dan diperdagangkan di kisaran 155,01 per dolar AS.
Investor akan terus mencermati saham Jepang dan pergerakan yen setelah Perdana Menteri Jepang memberi sinyal akan melawan aktivitas pasar yang bersifat spekulatif menyusul penguatan tajam yen pada Jumat lalu, dengan peringatan bahwa otoritas siap bertindak jika volatilitas meningkat.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 26.772, lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir indeks Hang Seng di 26.749,51.
Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,13% pada awal perdagangan.
Pada perdagangan Jumat lalu di Amerika Serikat, indeks-indeks utama Wall Street ditutup bervariasi, dengan Nasdaq Composite memperpanjang penguatannya seiring meredanya kekhawatiran geopolitik, sementara Dow Jones Industrial Average tertinggal.
Indeks Nasdaq yang sarat saham teknologi naik 0,28% dan ditutup di level 23.501,24, sementara indeks Dow Jones yang berisi saham-saham unggulan turun 285,30 poin atau 0,58% ke posisi 49.098,71. Penurunan hampir 4% saham Goldman Sachs membebani indeks yang beranggotakan 30 saham tersebut. Indeks S&P 500 mencatat kenaikan tipis 0,03% dan ditutup di level 6.915,61.

