AS Tak Jadi Serang Iran, Minyak Global Anjlok Lebih dari 4%
Poin Penting
|
NEW YORK, nvestortrust.id - Harga minyak anjlok lebih dari 4% pada Kamis (15/1/2026), setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump meredakan spekulasi pasar bahwa serangan militer AS terhadap Iran segera terjadi.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent, patokan global, turun 4,15% atau US$2,76 dan ditutup di level US$63,76 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman terdekat turun US$2,83 atau 4,56% dan ditutup pada US$59,19 per barel.
Baca Juga
Berbicara kepada wartawan pada Rabu, Trump mengatakan bahwa ia telah diberi tahu oleh “sumber-sumber yang sangat penting” di Iran bahwa “pembunuhan telah dihentikan”.
“Tidak ada rencana untuk eksekusi, saya diberi tahu hal itu dari sumber yang dapat dipercaya,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa Gedung Putih akan memantau bagaimana situasi berkembang.
Departemen Keuangan AS pada Kamis mengumumkan sanksi terhadap sejumlah pejabat Iran, termasuk Ali Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Ratusan orang dilaporkan tewas setelah gelombang kerusuhan massal di Iran dibalas dengan penindakan keras oleh pasukan keamanan Republik Islam tersebut. Trump berulang kali mengancam akan melakukan intervensi jika warga sipil dibunuh atau dieksekusi oleh negara.
Harga minyak sempat melonjak pada Selasa setelah Trump membatalkan pertemuan dengan pejabat Iran dan menjanjikan kepada para demonstran bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan”. Kenaikan berlanjut pada Rabu di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa serangan AS terhadap Iran sudah di depan mata.
Kekhawatiran tersebut dipicu oleh laporan kantor berita Reuters yang menyebutkan bahwa sebagian personel diminta meninggalkan Pangkalan Udara Al Udeid milik militer AS di Qatar pada Rabu malam. BBC juga melaporkan bahwa sejumlah personel Inggris dipindahkan keluar dari pangkalan tersebut.
Pada Selasa, pemerintah AS mengeluarkan imbauan kepada warga negaranya untuk meninggalkan Iran melalui jalur darat menuju Armenia atau Turki.
“Tinggalkan Iran sekarang. Siapkan rencana untuk keluar dari Iran yang tidak bergantung pada bantuan pemerintah AS. Jika Anda tidak dapat pergi, carilah lokasi yang aman di dalam tempat tinggal Anda atau bangunan aman lainnya. Sediakan makanan, air, obat-obatan, dan kebutuhan penting lainnya,” imbau Kedutaan Virtual AS di Iran.
Dalam catatan riset pada Kamis pagi, Jim Reid dari Deutsche Bank menyebutkan bahwa komentar Trump mengenai berhentinya pembunuhan di Iran dipersepsikan pasar sebagai “sinyal bahwa AS mungkin menahan diri dari respons militer”.
“Namun, jelas masih ada kehati-hatian yang tersisa, terutama mengingat waktu serangan AS terhadap Iran yang tak terduga pada Juni 2025. Harga Brent masih berada di atas level terendahnya di bawah US$60 per barel pekan lalu, tetapi komentar Trump memiliki dampak yang jelas,” tulis Reid, seperti dikutip CNBC.
“Perlu diingat pula bahwa Iran adalah produsen minyak yang lebih signifikan dibandingkan Venezuela, dengan kontribusi sekitar 4% dari total produksi dunia pada 2023, sehingga perkembangan di sana berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas pada pasar minyak,” tambahnya.

