Ekonomi AS Tumbuh Solid, Ini Pendorongnya
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal ketiga sedikit lebih kuat dibandingkan estimasi awal dan berada di sekitar level tertinggi dalam dua tahun, berdasarkan data pemerintah yang dirilis tertunda pada Kamis (22/1/2026).
Departemen Perdagangan AS melaporkan PDB (produk domestik bruto) tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 4,4% pada periode Juli hingga September, lebih tinggi dari estimasi awal sebesar 4,3%.
Baca Juga
Disebutkan, perubahan ini terutama mencerminkan “revisi naik pada ekspor dan investasi yang sebagian diimbangi oleh revisi turun pada belanja konsumen.”
“Namun secara keseluruhan, konsumsi tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan PDB, dengan konsumen berbelanja bebas untuk barang maupun jasa meskipun menghadapi berbagai tekanan dari tarif dan minimnya perekrutan tenaga kerja,” kata kepala ekonom Navy Federal Credit Union, Heather Long, seperti dikutip AFP.
Hal ini terjadi di saat warga Amerika mulai beralih ke toko-toko gudang, karena banyak yang semakin sensitif terhadap harga akibat tingginya biaya hidup.
Perhatian tertuju pada ekonomi AS seiring pasar tenaga kerja utamanya mendingin dan Presiden Donald Trump memberlakukan tarif luas terhadap mitra dagang.
Selain belanja konsumen, ekspor, belanja pemerintah, dan investasi juga mendorong pertumbuhan kuartal ketiga, menurut Departemen Perdagangan.
Tingkat pertumbuhan 4,4% ini merupakan yang tertinggi dalam dua tahun, memberikan sedikit keyakinan mengenai kesehatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.
Laporan PDB ini diterbitkan lebih lambat dari jadwal semula, tertahan akibat penutupan pemerintahan yang berkepanjangan antara Oktober hingga pertengahan November.
Di balik angka yang terlihat positif, situasi tetap “tidak nyaman” bagi banyak keluarga kelas menengah, kata Long.
“Pertumbuhan kuat ini didorong oleh investasi kecerdasan buatan (AI) dan konsumsi oleh keluarga berpenghasilan lebih tinggi,” tambahnya, namun “hampir tidak ada perekrutan tenaga kerja,” dan masih belum jelas apakah rumah tangga kelas menengah akan mulai merasakan manfaat dari lonjakan ekonomi ini.
Meski demikian, para pejabat AS terus menggaungkan optimisme mengenai kinerja ekonomi ke depan.
Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengatakan di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos bahwa tiga bulan pertama tahun 2026 dapat mencatat pertumbuhan di atas 5%.
Ia menambahkan bahwa jika suku bunga lebih rendah, peningkatan tersebut bisa lebih besar.
Pemerintahan Trump telah menyerukan penurunan suku bunga, sekaligus mengkritik Federal Reserve karena dinilai tidak memangkas suku bunga secara lebih agresif.
Baca Juga
Risalah FOMC Ungkap Perpecahan Pejabat The Fed, Indikasikan Suku Bunga Mendekati 3% pada 2027
Namun sebelum itu, para pengamat memperkirakan pertumbuhan pada bulan-bulan terakhir 2025 akan mencerminkan dampak negatif dari penutupan pemerintahan selama 43 hari.
Pada kuartal kedua, pertumbuhan PDB tercatat sebesar 3,8%.

