Di WEF, Prabowo: Indonesia Tidak Pernah Gagal Bayar Utang
DAVOS, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menekanan Indonesia tidak pernah sekalipun gagal membayar utang. Penegasan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
"Dalam sejarahnya, Indonesia tidak pernah sekalipun gagal memenuhi kewajiban pembayaran utangnya. Tidak pernah," tegas Prabowo.
Kepala Negara menyatakan, setiap rezim yang berkuasa selalu membayar utang rezim sebelumnya. Setiap presiden tidak pernah gengsi untuk membayar utang pemerintahan sebelumnya.
"Rezim yang berkuasa selalu membayar utang rezim sebelumnya. Para presiden, dari generasi ke generasi, selalu menghormati utang pemerintahan sebelumnya," kata Prabowo.
Baca Juga
Menurutnya, hal itu terjadi karena Indonesia menyadari mahalnya sebuah kredibilitas. Dikatakan, sekali kredibilitas itu hilang, akan sulit untuk diperoleh kembali.
"Kredibilitas kami yang diperoleh dengan susah payah selama bertahun-tahun terus dijaga. Sekali kredibilitas hilang akan mahal untuk diperoleh kembali," katanya.
Diberitakan, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia menurun pada November 2025. Pada bulan itu, posisi ULN Indonesia mencapai US$ 423,8 miliar. Angka ini lebih rendah dibandingkan posisi ULN pada Oktober 2025 yang sebesar US$ 424,9 miliar.
“Secara tahunan, ULN Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 0,2% secara tahunan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Kamis (15/1/2026).
BI menyebut ULN Indonesia ini sebesar 29,3% terhadap PDB. ULN jangka panjang mendominasi pangsa dengan besaran 86,1% dari total ULN.
Penurunan ULN Indonesia pada November 2025 terjadi karena perlambatan pertumbuhan ULN pemerintah. Posisi ULN pemerintah sebesar US$ 209,8 miliar atau naik 3,3% secara tahunan. Angka ini melambat jika dibandingkan ULN pada Oktober 2025 yang tumbuh 4,7% secara tahunan.
“Perkembangan posisi ULN pemerintah tersebut dipengaruhi pergerakan kepemilikan surat berharga negara seiring dengan tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global,” kata dia.
Baca Juga
Di Davos Prabowo Sebut Ingin Otak Terbaik dari Seluruh Dunia Bergabung di Lembaga Ini
Sebagai salah satu instrumen pembiayaan APBN, ULN tetap dikelola dengan cermat, terukur, dan akuntabel.
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah dimanfaatkan untuk mendukung sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial dengan besaran US$ 46,60 miliar atau 22,2% dari total ULN pemerintah, sektor jasa administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib dengan besaran US$ 41,24 miliar atau 19,7% dari total ULN pemerintah. Berikutnya sektor jasa pendidikan dengan besaran US$ 34,32 atau 16,4% dari total ULN pemerintah, serta sektor konstruksi dengan besaran US$ 24,59 miliar atau 11,7% dari total ULN pemerintah.

