Trump Akan Hadir di Davos, Sejumlah Tokoh Pilih Absen Termasuk PM Denmark
Poin Penting
|
DAVOS, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan akan hadir secara langsung di World Economic Forum (WEF) 2026. Ini kehadiran langsung pertamanya sejak ia menyampaikan pidato di forum tersebut pada masa jabatan pertama tahun 2020. Pidato virtualnya tahun lalu, beberapa hari setelah kembali ke Gedung Putih, sempat mengguncang acara tersebut.
Kali ini, Trump akan membawa delegasi Amerika Serikat “terbesar” sepanjang sejarah Davos, menurut WEF. Ia dijadwalkan berpidato pada Rabu, 21 Januari.
Baca Juga
Penyelenggara Davos gencar menyoroti besarnya jumlah peserta yang diperkirakan hadir — “hampir 3.000 pemimpin lintas sektor,” termasuk rekor 400 pemimpin politik, 850 bos perusahaan besar, dan 100 pelopor teknologi. Namun, satu pemerintah yang berada di pusat badai geopolitik dipastikan tidak hadir.
Perwakilan pemerintah Denmark telah diundang namun memutuskan untuk tidak datang, kata juru bicara WEF pada Senin, seiring memanasnya sengketa terkait Greenland. Keputusan ini menegaskan betapa tegangnya pertemuan tersebut, hanya beberapa hari setelah Trump mengumumkan tarif baru terhadap negara-negara Eropa yang menentang upayanya menganeksasi pulau Arktik itu.
“Setiap keputusan terkait kehadiran merupakan urusan pemerintah masing-masing. Kami dapat memastikan bahwa pemerintah Denmark tidak akan diwakili di Davos pekan ini,” ujar juru bicara WEF dalam pernyataan.
Baca Juga
Trump ‘Keukeuh’ AS Greenland Jadi Bagian AS, Denmark Kedepankan Dialog
Sejumlah nama besar juga tercatat tidak hadir. Presiden China Xi Jinping tidak tercantum dalam daftar kehadiran WEF, begitu pula para pemimpin Brasil dan India.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan pemimpin Italia Giorgia Meloni juga tidak tercantum dalam daftar WEF, meskipun keduanya dilaporkan akan menghadiri acara tersebut.
Kekuatan Ekonomi Besar
Dalam konferensi pers pekan lalu, penyelenggara WEF menyoroti bahwa enam dari tujuh negara G7 diperkirakan akan mengirimkan perwakilan, sebuah langkah yang disebut “bersejarah” oleh Presiden WEF, Børge Brende.
Pada 2025, satu-satunya pemimpin G7 yang hadir langsung di Davos adalah Kanselir Jerman saat itu, Olaf Scholz.
Selain Presiden Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz dijadwalkan hadir secara langsung.
Downing Street tidak mengonfirmasi apakah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer akan hadir — ia tidak datang tahun lalu — namun ia dilaporkan diperkirakan akan hadir.
Dalam konferensi pers darurat pada Senin pagi, Starmer menanggapi pengumuman Trump mengenai eskalasi tarif yang menargetkan sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris, jika Greenland tidak dijual kepada AS. Namun ketika ditanya BBC apakah ia akan mempertimbangkan bertemu Trump secara langsung “pekan ini,” Starmer tidak menjawab secara tegas.
Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves dijadwalkan hadir dan akan menjadi tamu di program CNBC “Squawk Box Europe” pada Rabu.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi tidak tercantum dalam daftar WEF, namun ia kemungkinan tetap berada di dalam negeri setelah mengumumkan pemilu dadakan pada 8 Februari.
“Lebih Banyak CEO”
Davos berlangsung dari Senin malam hingga Jumat pagi. Tema tahun ini adalah “A spirit of dialogue,” dengan agenda yang berfokus pada lima area: lingkungan geopolitik, kecerdasan buatan (AI), iklim dan alam, sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, serta “manusia dan kesiapsiagaan.”
Namun, menurut Eric Kutcher, senior partner di McKinsey & Company — mitra strategis WEF — perhatian utama justru tertuju pada siapa yang hadir. “Ini akan soal siapa yang ada di sana,” katanya dalam video yang dipublikasikan perusahaan. “Jauh lebih penting dibandingkan topik-topik yang dibahas.”
Delegasi Trump dijadwalkan mencakup Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Keuangan Scott Bessent, serta utusan khusus Timur Tengah Steve Witkoff dan penasihat Jared Kushner. Presiden Trump dijadwalkan berpidato di Davos pada Rabu.
Pendiri WEF Klaus Schwab merupakan salah satu nama besar yang tidak akan hadir. Setelah memimpin acara ini selama beberapa dekade, Schwab mengundurkan diri pada April menyusul penyelidikan atas dugaan pelanggaran. Ia kemudian dibebaskan dari tuduhan “pelanggaran material.”
CEO BlackRock Larry Fink dan Wakil Ketua Roche Andre Hoffman diumumkan sebagai ketua bersama sementara WEF pada Agustus. Personel baru organisasi ini disebut “benar-benar berupaya mengembalikan orientasi ekonomi WEF, dan dengan itu menarik lebih banyak CEO,” kata Kutcher.
Selain Jensen Huang dari Nvidia, CEO Microsoft Satya Nadella, CEO Anthropic Dario Amodei, dan CEO DeepMind Demis Hassabis tercantum dalam daftar kehadiran. Sarah Friar, CFO OpenAI, juga dijadwalkan hadir, namun CEO OpenAI Sam Altman tidak tercatat akan datang.
Topik utama yang diperhatikan pasar mencakup langkah AS terkait pengambilalihan Greenland, gejolak politik di Venezuela, serta ancaman Trump untuk menggunakan kekuatan terhadap Iran. Investor juga akan mencermati pengumuman dari perusahaan AI, pembaruan bank sentral, dan kabar perusahaan yang mendiversifikasi bisnisnya keluar dari AS.
Meski sejumlah politisi besar tidak hadir, beberapa pemimpin yang datang — seperti Presiden Argentina Javier Milei dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto — “bukan figur kecil,” kata Jan Aart Scholte, profesor transformasi global dan tantangan tata kelola di Universitas Leiden, Belanda.
Pemerintah masih memandang Davos sebagai tempat untuk bertemu kalangan bisnis, tambahnya. “Modal global tetap menjadi kekuatan besar dalam politik dunia, meskipun perusahaan multinasional besar secara umum tidak lagi dirangkul dan dirayakan seperti 20–30 tahun lalu,” ujarnya kepada CNBC melalui email.
Siapa yang Tidak Masuk Daftar
WEF menyebut “hampir” 65 kepala negara diperkirakan hadir, termasuk Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Namun sejumlah nama besar tidak tercantum.
Presiden Brasil Lula da Silva dan Perdana Menteri India Narendra Modi tidak dijadwalkan berpidato. Namun Brende menyebut delegasi India “kuat,” serta mencatat bahwa kepala negara dari sejumlah ekonomi Asia lainnya, termasuk Indonesia dan Pakistan, akan hadir.
Meski Presiden China Xi diperkirakan tidak hadir, Brende mengatakan delegasi China yang “besar” akan datang, termasuk Wakil Perdana Menteri urusan perdagangan dan keuangan He Lifeng, yang dijadwalkan berpidato pada Selasa.
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman juga tidak tercantum dalam daftar, meskipun beberapa menteri Saudi, termasuk Menteri Keuangan Mohammed Al Jadaan, dijadwalkan diwawancarai CNBC selama acara berlangsung.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan pada Senin bahwa ia tidak lagi akan hadir setelah dua kereta cepat bertabrakan di selatan Spanyol pada Minggu, menewaskan 39 orang.
Mantan Pengkritik Davos Ikut Hadir
Nigel Farage, pemimpin partai sayap kanan Reform UK, diperkirakan akan menghadiri Davos tahun ini. Farage sebelumnya menyebut Davos sebagai forum “elit” dan mengatakan para pesertanya adalah “orang-orang yang menentukan masa depan kita di resor ski Swiss,” dalam video tahun 2020.
Davos memang kerap dipandang elitis dan tidak membumi. Kalangan nasionalis-populis sering memandang WEF sebagai simbol elit global liberal yang memicu kemarahan mereka,” tulis Scholte kepada CNBC melalui email.

