Bursa Asia Menguat, Nikkei Melonjak di Tengah Isu Pemilu Dini Jepang
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik dibuka menguat pada Selasa (13/1/2026). Pelaku pasar mengabaikan ketegangan geopolitik di Iran dan Venezuela, serta penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell.
Baca Juga
Dikutip dari CNBC, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, melonjak 3,4% dan memimpin penguatan kawasan setelah kembali diperdagangkan usai libur, sementara indeks Topix naik 2,13%. Partai Demokrat Liberal (Liberal Democratic Party/LDP) yang berkuasa di Jepang diperkirakan akan membubarkan Majelis Rendah akhir bulan ini dan memilih menggelar pemilu kilat yang kemungkinan berlangsung pada Februari, menurut penyiar publik NHK.
Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,62%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 0,30%.
Pelaku pasar juga mencermati pergerakan harga minyak di tengah berlanjutnya aksi protes di Iran. Presiden Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan berbagai opsi intervensi di Iran, menurut sejumlah laporan pada Minggu.
Dalam unggahan di Truth Social pada Senin, Trump mengatakan negara mana pun yang melakukan bisnis dengan Iran akan dikenai tarif 25% “atas setiap dan seluruh bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat.” Tarif baru atas impor dari mitra dagang Iran tersebut berlaku “segera.”
Kontrak berjangka minyak Brent naik 1,52% menjadi US$64,3 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,44% menjadi US$59,76 per barel pada pukul 07.34 pagi waktu Singapura.
Indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,68%.
Indeks Hang Seng Hong Kong diperkirakan dibuka lebih tinggi, dengan kontrak berjangkanya diperdagangkan di level 26.994, dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.608,48.
Kontrak berjangka saham AS bergerak datar pada awal perdagangan Asia, menjelang rilis data inflasi konsumen AS dan laporan kinerja sejumlah bank besar.
Di AS, saham-saham bangkit dari posisi terendah sesi, dengan S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
Baca Juga
Isu Independensi The Fed Tak Goyahkan Pasar, Wall Street Kembali Pesta Rekor
Indeks S&P 500 naik 0,16% dan ditutup di level 6.977,27, sementara Dow Jones Industrial Average menguat 86,13 poin atau 0,17% menjadi 49.590,20. Kedua indeks tersebut menyentuh rekor intraday baru dan ditutup di level tertinggi sepanjang sejarah. Nasdaq Composite naik 0,26% dan ditutup di 23.733,90.

