Pasar Asia-Pasifik Mayoritas Melemah Jelang Akhir Tahun, Investor Cermati Risiko Saham Teknologi
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik sebagian besar melemah pada Selasa (30/12/2025), setelah aksi jual saham teknologi di Wall Street berlanjut di tengah kekhawatiran akan gelembung AI.
Baca Juga
Wall Street Anjlok Dipicu Aksi Jual Saham Teknologi, Dow Tergerus Hampir 250 Poin
Saham Nvidia turun lebih dari 1% pada perdagangan Senin di AS, berbalik arah dari kenaikannya yang lebih dari 5% pada periode minggu lalu. Palantir Technologies dan Meta Platforms juga mencatatkan penurunan, demikian pula Oracle.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,37% ke level 50.339,48, sementara indeks Topix yang berbasis luas melemah 0,51% dan berakhir di 3.408,97.
Saham SoftBank Group Corp merosot hampir 2%, setelah perusahaan mengumumkan kesepakatan pada Senin malam untuk mengakuisisi perusahaan investasi pusat data DigitalBridge senilai US$4 miliar sebagai bagian dari dorongan kecerdasan buatan.
CEO dan Chairman SoftBank, Masayoshi Son, mengatakan akuisisi tersebut “akan memperkuat fondasi pusat data AI generasi berikutnya” dan memajukan visi perusahaan untuk menjadi penyedia platform “Artificial Super Intelligence” terkemuka. Saham DigitalBridge melonjak sekitar 10% setelah pengumuman tersebut.
Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,15% dan ditutup di 4.214,17, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq merosot 0,76% ke 925,47, memimpin penurunan di Asia.
Indeks Hang Seng Hong Kong berlawanan arah dengan tren dan naik 0,86% pada jam terakhir perdagangan, sementara indeks CSI 300 di China daratan menguat 0,26% dan ditutup di 4.651,28.
Baca Juga
Dukung China, Rusia Tolak Kemerdekaan Taiwan dan Kritik Militerisasi Jepang
Investor menilai latihan militer China di sekitar Taiwan, setelah ekonomi terbesar kedua dunia tersebut mengumumkan latihan baru yang mengelilingi pulau itu pada Senin.
Presiden Taiwan Lai Ching-te mengatakan Taiwan akan “bertindak secara bertanggung jawab dan tidak meningkatkan konflik,” namun juga menegaskan bahwa “peningkatan tekanan militer yang sering dilakukan” oleh China bukanlah tindakan yang seharusnya dilakukan oleh kekuatan yang bertanggung jawab.
Indeks Tertimbang Taiwan turun 0,36% dan berakhir di 28.707,13, dengan saham-saham teknologi utama seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company dan Hon Hai masing-masing turun sekitar 0,65% dan 1,3%.
Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,1% ke 8.717,1, setelah sempat mencatatkan kenaikan lebih awal.
Di AS, indeks S&P 500 turun 0,35%, sementara Nasdaq Composite melemah 0,50%. Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,51%.
Para pelaku pasar akan mencermati data harga rumah yang dijadwalkan dirilis pada Selasa di AS pukul 09.00 waktu setempat, serta risalah rapat Federal Reserve bulan Desember yang akan dirilis pada pukul 14.00 waktu setempat.

