Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan, Wall Street 'Rebound'
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada Kamis waktu AS atau Jumat (19/12/2025) WIB. Indeks S&P 500 menghentikan pelemahan empat hari berturut-turut, didorong oleh data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan, prospek penurunan suku bunga pada 2026, serta panduan kinerja yang kuat dari produsen chip Micron Technology.
Baca Juga
Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan, Buka Harapan Pelonggaran Kebijakan The Fed
Indeks pasar luas tersebut melonjak 0,79% dan ditutup di level 6.774,76. Nasdaq Composite naik 1,38% ke 23.006,36, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 65,88 poin atau 0,14% dan berakhir di 47.951,85.
Laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) November yang tertunda — menjadi rilis pertama sejak penutupan pemerintahan AS berakhir bulan lalu — menunjukkan inflasi tahunan utama sebesar 2,7%, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS). Angka ini berada di bawah perkiraan 3,1% dari ekonom yang disurvei Dow Jones.
Inflasi inti selama 12 bulan, yang tidak memasukkan pangan dan energi, tercatat 2,6%, juga lebih rendah dari perkiraan Dow Jones sebesar 3%.
Rilis laporan ini tertunda dari jadwal awal 10 Desember. BLS sebelumnya membatalkan rilis data inflasi Oktober pada akhir November akibat penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah, sehingga laporan Kamis tidak memuat seluruh komponen data yang biasanya tersedia.
Mengingat tidak adanya data pembanding Oktober, para ekonom cenderung berhati-hati menilai laporan ini sebagai awal tren penurunan inflasi, bahkan sebagian mempertanyakan perhitungan inflasi sektor perumahan. Meski demikian, saham tetap melanjutkan penguatan setelah data klaim pengangguran awal juga tercatat lebih rendah dari perkiraan.
“Angka sewa ekuivalen pemilik dan semuanya hampir kembali ke level pra-Covid dari sisi kenaikan. Mungkin akan ada penyesuaian, tetapi saat ini laporan tersebut menunjukkan inflasi berada di bawah kendali,” beber CEO sekaligus Kepala Strategi Investasi Waddell & Associates, David Waddell, kepada CNBC.
Dalam perdagangan Kamis, Micron menjadi bintang dengan lonjakan sekitar 10% setelah perusahaan semikonduktor tersebut menyampaikan proyeksi pendapatan yang kuat untuk kuartal berjalan. Kinerja Micron membantu menghidupkan kembali perdagangan saham kecerdasan buatan (AI) yang sempat melemah dalam beberapa sesi terakhir.
Baca Juga
Wall Street Terpuruk Dipicu Aksi Jual Saham AI, Indeks Nasdaq Merosot Hampir 2%
“Laporan Micron menunjukkan bahwa belanja akan sangat besar dan akan terus besar selama 12 hingga 18 bulan ke depan,” kata Chris O’Keefe, manajer portofolio utama di Logan Capital Management. Ia menambahkan bahwa meski akan ada pemenang dan pecundang, investor sebaiknya tidak menyerah pada tema AI karena potensi kenaikan masih besar setelah koreksi harga.

