Ekspor Jepang November Melonjak 6,1%, Indeks Nikkei 225 Menguat
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id - Pasar saham Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada perdagangan Rabu (17/12/2025), seiring investor mencermati data perdagangan Jepang yang menunjukkan kinerja ekspor lebih kuat dari perkiraan.
Baca Juga
Pasar Asia Mayoritas Menguat, Nikkei 225 Jepang Melonjak Dipimpin Saham Teknologi
Data Kementerian Keuangan Jepang mencatat ekspor pada November tumbuh 6,1% secara tahunan, jauh melampaui estimasi kenaikan rata-rata 4,8% dan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 3,6% pada bulan sebelumnya.
Dikutip dari CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,26% dan ditutup di level 49.512,28, sedangkan Topix bergerak nyaris datar di 3.369,39. Pasar Korea Selatan mencatat penguatan, dengan Kospi naik 1,43% ke 4.056,41, meski indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 0,55% ke 911,07. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 melemah 0,16% ke 8.585,2.
Sentimen pasar turut dipengaruhi pergerakan saham individual. Saham lembaga keuangan Jepang SBI Shinsei Bank melonjak lebih dari 12% setelah melantai di bursa melalui IPO senilai 322 miliar yen. Di China, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,97%, sementara CSI 300 di daratan China menguat 1,83% ke 4.579,88, didorong euforia saham teknologi.
Saham produsen chip China MetaX Integrated Circuits melonjak lebih dari 700% pada debut perdagangannya di Shanghai usai menghimpun hampir US$600 juta melalui IPO. Di Hong Kong, saham bursa kripto HashKey juga dibuka menguat sekitar 3% setelah menggalang dana sekitar US$207 juta.
Harga minyak menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pemblokiran total kapal tanker minyak yang dikenai sanksi dan keluar-masuk Venezuela. Minyak mentah West Texas Intermediate naik lebih dari 1% ke US$55,96 per barel, memantul setelah sebelumnya jatuh hampir 3% ke level terendah sejak awal 2021.
Baca Juga
Kekhawatiran Ekonomi AS Bayangi Wall Street, Indeks Dow Jones Tergerus 300 Poin
Di AS, Wall Street ditutup melemah, dengan S&P 500 turun untuk sesi ketiga berturut-turut di tengah kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi AS.

