Tujuh Pekerja Migran Indonesia Tewas dalam Kebakaran Dahsyat di Hong Kong
Poin Penting
– Jumlah korban WNI meninggal dunia mencapai tujuh orang, seluruhnya PMI sektor domestik.
– Dari sekitar 140 WNI di area kejadian, baru 61 orang yang terkonfirmasi selamat atau teridentifikasi statusnya.
– KJRI membuka posko darurat, menyalurkan bantuan logistik, dan mendampingi proses identifikasi jenazah.
– Otoritas Hong Kong telah menahan 11 tersangka dengan dugaan manslaughter terkait insiden tersebut.
JAKARTA, investortrust.id - Jumlah korban WNI dalam tragedi kebakaran besar di kompleks perumahan Wang Fuk Court, Hong Kong, terus bertambah. Konsulat Jenderal RI (KJRI) Hong Kong mengonfirmasi bahwa tujuh pekerja migran Indonesia (PMI) sektor domestik menjadi korban meninggal dunia dalam insiden yang menewaskan total 128 orang itu.
Baca Juga
Hong Kong Berkabung, Korban Tewas Kebakaran di Distrik Tai Po Meningkat Jadi 128
Dalam pernyataan resmi yang diterima Sabtu (29/11/2025), KJRI menyebut data tersebut diperoleh setelah koordinasi intensif dengan Hong Kong Police Force serta pendalaman lapangan. “Hingga saat ini, WNI yang menjadi korban meninggal dunia total berjumlah 7 orang,” tulis KJRI. Semua korban merupakan pekerja migran perempuan. Sementara itu, satu orang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Tragedi pada Rabu lalu itu menghanguskan blok hunian yang banyak ditempati PMI, dengan lebih dari 140 WNI dilaporkan berada di kawasan tersebut. Sejauh ini, 61 orang telah berhasil dikonfirmasi keberadaan dan kondisinya, sementara 79 lainnya masih dalam proses verifikasi, termasuk kemungkinan korban terdampak yang belum terdata.
Baca Juga
Dua WNI Meninggal dalam Kebakaran Terburuk di Apartemen Hong Kong, Dua Luka-luka
KJRI memastikan proses identifikasi jenazah masih berlangsung oleh otoritas setempat. Konsulat juga menyalurkan bantuan logistik ke beberapa lokasi penampungan serta membuka posko tanggap darurat di Tai Po Community Center, termasuk layanan paspor dan pendampingan konsuler.
Pemerintah Hong Kong disebut terus menyelidiki penyebab kebakaran. Hingga Jumat tengah malam, 11 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dengan dakwaan manslaughter, atau tindakan yang menyebabkan kematian tanpa unsur kesengajaan penuh.

