Dua WNI Meninggal dalam Kebakaran Terburuk di Apartemen Hong Kong, Dua Luka-luka
Poin Penting
- Dua WNI meninggal dan dua luka-luka dalam kebakaran besar di kompleks Wang Fuk Court, Hong Kong.
- Seluruh korban merupakan pekerja migran Indonesia sektor domestik.
- KJRI membuka tempat singgah, menyediakan logistik, dan menghubungi keluarga korban untuk pendampingan.
- Laporan terbaru menyebutkan 44 korban tewas dan 279 hilang.
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Luar Negeri RI memastikan dua warga negara Indonesia (WNI) meninggal dunia dalam kebakaran hebat yang melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, pada Rabu waktu setempat. Insiden tersebut menjadi salah satu kebakaran paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di pusat keuangan Asia tersebut.
Baca Juga
Kebakaran Hebat di Kompleks Apartemen Hong Kong, Sedikitnya 44 Tewas, Ratusan Hilang
Konsulat Jenderal RI (KJRI) Hong Kong menyatakan telah melakukan pemantauan intensif sejak insiden terjadi. “Hingga saat ini ada dua WNI dinyatakan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka,” tulis Kemlu RI dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Seluruh korban merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) sektor domestik, yang merupakan kelompok terbesar WNI di Hong Kong. Pemerintah menegaskan langkah perlindungan langsung telah dilakukan, termasuk pembukaan tempat singgah sementara di gedung KJRI serta penyediaan dukungan logistik.
KJRI juga telah menghubungi keluarga para korban untuk memastikan komunikasi yang jelas dan memberikan pendampingan psikologis awal. “KJRI Hong Kong telah menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga, serta memberikan penjelasan terkait langkah penanganan berikutnya,” lanjut Kemlu.
Laporan terbaru menyebutkan 44 korban tewas, termasuk seorang petugas pemadam, dan 279 orang masih hilang. Dari total 29 korban luka yang dirawat di rumah sakit, tujuh berada dalam kondisi kritis. Investigasi awal menunjukkan tujuh blok apartemen terdampak, dengan tiga blok hampir hangus sepenuhnya.
Lebih dari 140 unit pemadam dan 800 personel dikerahkan, termasuk penggunaan drone untuk memetakan area terdampak. Pemerintah Hong Kong belum membeberkan penyebab pasti kebakaran, namun media lokal melaporkan indikasi kerusakan sistem listrik di salah satu blok.
Baca Juga
Penipuan Kripto Meningkat di Hong Kong, SFC Tuding Efek Samping Regulasi 'Stablecoin'
Di sisi lain, KJRI tengah berkoordinasi dengan agen penyalur ketenagakerjaan untuk memastikan hak korban terpenuhi serta menyiapkan proses repatriasi jenazah segera setelah izin administrasi diberikan oleh otoritas setempat.
Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan PMI yang tinggal di gedung-gedung tua berpopulasi padat di Hong Kong, di tengah meningkatnya kebutuhan akan sistem mitigasi risiko bagi pekerja migran Indonesia di luar negeri.

