Wall Street Melejit, Alphabet Pimpin Reli Saham Teknologi
Poin Penting
- S&P 500 naik 1,55% dan Nasdaq melesat 2,69%—hari terbaik Nasdaq sejak 12 Mei—dipimpin lonjakan saham Alphabet 6,3% setelah peluncuran Gemini 3.
- Reli Alphabet memicu kenaikan saham AI lainnya: Broadcom naik 11,1%, Micron +8%, AMD +5,5%, Palantir +4,8%, Meta, Nvidia, dan Amazon juga menguat.
- Meski rebound kuat sejak Jumat, indeks-indeks utama masih melemah cukup tajam sepanjang November karena penilaian tinggi saham-saham AI kembali dipertanyakan.
- Pasar memasuki pekan penuh risiko: volume perdagangan menipis, sentimen negatif, dan data ekonomi AS yang akan dirilis dapat memicu volatilitas tambahan.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada Senin waktu AS atau Selasa (25/11/2025). Saham Alphabet melaju saat pasar bangkit kembali menjelang pekan libur Thanksgiving. Indeks S&P 500 naik 1,55% dan berakhir di 6.705,12. Nasdaq Composite melompat 2,69% ke 22.872,01—hari terbaiknya sejak 12 Mei ketika melonjak 4,35%. Dow Jones Industrial Average menguat 202,86 poin atau 0,44% menjadi 46.448,27.
Saham Alphabet melonjak setelah investor menunjukkan optimisme baru terhadap posisi perusahaan dalam persaingan AI. Google pekan lalu memperkenalkan model AI terbaru, Gemini 3, sekitar delapan bulan setelah peluncuran Gemini 2.5. Saham Alphabet naik 6,3%.
Baca Juga
Model AI Gemini 3 Tebar Optimisme Baru, Saham Alphabet Melonjak 3%
Antusiasme terhadap Alphabet merembet ke saham-saham AI lainnya. Broadcom melesat 11,1%, Micron Technology naik sekitar 8%, sementara Palantir Technologies dan AMD masing-masing meningkat 4,8% dan 5,5%. Meta, Nvidia, dan Amazon juga menguat.
“Ini bagus untuk Alphabet dan investornya, tetapi saya selalu khawatir saat satu saham saja yang mendorong pasar lebih tinggi. Ini bukan peningkatan yang merata,” ujar Melissa Brown, managing director riset keputusan investasi di SimCorp, kepada CNBC. Hal itu, menurut dia bukan kekuatan yang berkelanjutan untuk menggerakkan pasar dalam beberapa hari ke depan.
Kenaikan ini memperpanjang rebound yang dimulai pada Jumat setelah Presiden Fed New York membuka peluang pemangkasan suku bunga pada Desember. Namun, indeks utama masih terguncang sepanjang bulan ini akibat penilaian tinggi saham-saham AI yang sebelumnya mendorong reli pasar sepanjang 2025.
Baca Juga
Wall Street Ambruk Tertekan Saham Teknologi, Dow Ambles Hampir 800 Poin
S&P 500 turun sekitar 2% pekan lalu dan kini melemah 2% sepanjang November. Nasdaq kehilangan hampir 3% pekan lalu dan turun lebih dari 3% bulan ini. Dow, yang berisi 30 saham, turun sekitar 2% pekan lalu dan kini juga melemah lebih dari 2% secara bulanan.
Sisa November kemungkinan tak akan lebih mudah. Dengan volume perdagangan diperkirakan menipis dalam beberapa hari ke depan dan minim katalis penting sebelum pertemuan kebijakan Fed Desember, volatilitas bisa meningkat. Brown menilai bahwa rilis data ekonomi—termasuk penjualan ritel AS September dan indeks harga produsen September pada Selasa—dapat menjadi pendorong pasar jika menunjukkan tanda-tanda “lingkungan stagflasi.”
“Pasar mungkin masih baik-baik saja, tetapi ketika sentimen sangat negatif, kabar buruk cenderung dibesar-besarkan. Ditambah volume perdagangan yang rendah, dampak kabar buruk bisa jadi berlipat,” urainya.
Pasar saham akan tutup pada Kamis untuk libur Thanksgiving dan kembali tutup lebih awal pada pukul 1 siang waktu setempat pada Jumat.

