Bursa Asia di Zona Merah, Nikkei 225 dan Kospi Anjlok Lebih dari 3%
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik melemah pada Selasa, dipimpin oleh penurunan tajam pada indeks acuan Jepang dan Korea Selatan, menyusul aksi jual berbasis teknologi di Wall Street.
Baca Juga
Bursa Asia-Pasifik ‘Mixed’, Investor Cermati Data PDB Terbaru Jepang
Dikutip dari CNBC, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, anjlok 3,22% ke 48.702,98, sedangkan Topix turun 2,88% ke 3.251,1. Di Korea Selatan, Kospi merosot 3,32% ke 3.953,62. Indeks berkapitalisasi kecil Kosdaq terkoreksi 2,66% ke 878,7.
Indeks Hang Seng Hong Kong tergerus 1,72%, dan CSI 300 di China daratan turun 0,65% ke 4.568,19. Di Australia, indeks acuan S&P/ASX 200 juga tergelincir 1,94% ke 8.469,1.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 20 tahun naik hampir 4 basis poin ke 2,78%, level tertinggi sejak Juli 1999, menurut data LSEG. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun meningkat sekitar 2 basis poin menjadi 1,751%.
Di Amerika Serikat pada Senin waktu New York, bursa ditutup melemah, terbebani oleh penurunan saham-saham teknologi. Wall Street menanti sejumlah rilis penting pekan ini, termasuk laporan kinerja Nvidia dan data ketenagakerjaan September.
Baca Juga
Wall Street Anjlok Dibayangi Kecemasan ‘AI Bubble’, Dow Terperosok Lebih dari 550 Poin
Dow Jones Industrial Average merosot 557,24 poin atau 1,18% menjadi 46.590,24, terseret koreksi saham-saham unggulan seperti Nvidia, Salesforce, dan Apple. S&P 500 turun 0,92% menjadi 6.672,41, sementara Nasdaq Composite melemah 0,84% ke 22.708,07.
Saham Nvidia turun hampir 2% menjelang laporan laba kuartal ketiga yang dijadwalkan rilis setelah penutupan pasar hari Rabu. Produsen chip tersebut dan sejumlah saham terkait perdagangan AI sedang menghadapi tekanan karena kekhawatiran investor terhadap valuasi yang dianggap semakin mahal. Blue Owl Capital, pemberi pinjaman kredit swasta, anjlok hampir 6% akibat kekhawatiran terkait eksposur besar perusahaan terhadap pembiayaan pembangunan pusat data AI.

