Indeks Dow Jones Tembus Rekor 48.000 Dipicu Optimisme Berakhirnya Krisis Shutdown AS
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Indeks Dow Jones Industrial Average melesat pada perdagangan Rabu waktu AS atau Kamis (13/11/2025). Dow mencetak penutupan rekor pertama di atas level 48.000, melanjutkan reli dari sesi sebelumnya di tengah meningkatnya optimisme bahwa penutupan pemerintahan AS yang bersejarah akan segera berakhir.
Baca Juga
Senat AS Loloskan RUU Pendanaan Sementara, Trump Sebut ‘Shutdown’ Segera Berakhir
Dow, yang berisi 30 saham unggulan, ditutup naik 326,86 poin atau 0,68% ke posisi 48.254,82, setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di sesi perdagangan. S&P 500 berakhir hampir datar, naik 0,06% ke 6.850,92, sementara Nasdaq Composite melemah 0,26% menjadi 23.406,46.
Investor menaruh perhatian pada Washington setelah sinyal kuat bahwa pemerintahan federal dapat kembali beroperasi pada akhir pekan ini. Senat AS pada Senin malam telah meloloskan rancangan undang-undang anggaran, yang kini menunggu pemungutan suara di DPR AS. Pemimpin Mayoritas DPR dari Partai Republik, Steve Scalise, mengatakan kepada CNBC bahwa pemungutan suara dijadwalkan pada pukul 19.00 waktu setempat.
“Ini adalah penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah, dan tentu saja kita ingin segera melihat rilis data ekonomi lagi, terutama di tengah sinyal pelemahan pasar tenaga kerja. “Fokus sekarang adalah mengakhirinya dulu. Setelah itu, baru kita pikirkan dampak lanjutan terhadap ekonomi di awal tahun depan,” beber Josh Chastant, manajer portofolio di GuideStone Funds.
Menurut Chastant, pergerakan pasar mencerminkan hari yang terbelah, dengan sektor keuangan memimpin reli karena investor bertaruh pada pembukaan kembali pemerintahan.
Kinerja luar biasa Dow didorong oleh lonjakan saham keuangan besar seperti Goldman Sachs, JPMorgan, dan American Express, yang semuanya mencetak rekor baru sepanjang perdagangan Rabu. Saham Caterpillar, yang dianggap sensitif terhadap siklus ekonomi, juga naik tajam.
Kenaikan serupa terjadi di saham-saham bank besar lainnya seperti Morgan Stanley, Wells Fargo, dan Bank of America, yang turut mencatat rekor tertinggi baru. Financial Select SPDR Fund (XLF) — ETF yang melacak sektor keuangan dalam S&P 500 — naik hampir 1%.
Di luar sektor keuangan, perdagangan saham berbasis kecerdasan buatan (AI) kembali bergejolak. Advanced Micro Devices (AMD) melonjak 9%, tetapi saham lain seperti Oracle dan Palantir Technologies justru melemah karena kekhawatiran valuasi yang terlalu tinggi.
“Permintaan dan penerapan AI benar-benar nyata,” kata Chastant kepada CNBC. Kinerja laba perusahaan teknologi sejauh ini masih kuat, sehingga pihaknya belum melihat tanda-tanda gelembung, meski valuasinya memang sudah sangat mahal.
“Tidak ada salahnya mengambil sebagian keuntungan dan melakukan diversifikasi kembali portofolio saham ke sektor lain,” tambahnya.
Baca Juga
Indeks Dow Jones Cetak Rekor di Tengah Rontoknya Saham AI di Wall Street
Sehari sebelumnya, Dow sempat melonjak lebih dari 550 poin, sementara Nasdaq justru tergelincir. Sektor kesehatan memimpin penguatan, dengan Eli Lilly dan Johnson & Johnson mencatat kenaikan, karena investor beralih ke saham dengan valuasi lebih rendah.

