Bursa Eropa Menguat Ditopang Saham Energi
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Bursa Eropa ditutup menguat pada Rabu (12/11), melanjutkan tren positif sepanjang pekan ini seiring meningkatnya harapan bahwa penutupan pemerintahan AS akan segera berakhir.
Baca Juga
Senat AS Loloskan RUU Pendanaan Sementara, Trump Sebut ‘Shutdown’ Segera Berakhir
Senat AS pada Senin malam telah meloloskan rancangan undang-undang anggaran yang kini menunggu pemungutan suara final di DPR. Pemerintah federal AS berpotensi kembali beroperasi pada akhir pekan ini setelah hampir enam minggu lumpuh.
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 naik sekitar 0,7% pada sesi perdagangan Rabu, dengan sebagian besar bursa dan sektor utama mencatatkan penguatan. FTSE 100 Inggris ditutup sedikit lebih tinggi, sementara DAX Jerman melonjak 1,1%.
Sektor energi menjadi sorotan utama setelah SSE, perusahaan energi multinasional yang dikenal sebagai Scottish and Southern Energy Plc, melesat 16,8% usai meluncurkan penggalangan modal sebesar £2 miliar (US$2,6 miliar) untuk mendanai rencana investasi jangka menengah senilai £33 miliar dalam modernisasi jaringan listrik nasional. Meski demikian, laba operasional paruh pertama tahun ini mencapai £655 juta, sedikit di bawah perkiraan analis sebesar £684 juta.
Perusahaan energi terbesar Jerman, RWE, turut menguat 9,1% setelah melaporkan laba sebelum pajak sebesar €2,71 miliar, sementara EBITDA sembilan bulan mencapai €3,48 miliar, melampaui ekspektasi pasar sebesar €3,14 miliar.
Di sektor teknologi, Infineon Technologies naik 6,9% setelah melaporkan pendapatan setahun penuh €14,6 miliar, turun 2% secara tahunan namun masih sesuai proyeksi analis.
Obligasi Inggris
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Inggris atau gilt naik tipis di seluruh tenor pada Selasa, dipicu rumor mengenai ancaman terhadap kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer. Imbal hasil obligasi acuan 10 tahun naik 1 basis poin menjadi 4,401%, setelah sebelumnya sempat menanjak lebih tinggi.
Pemerintah Inggris kini menanggung biaya pinjaman tertinggi di antara negara-negara G7, dengan imbal hasil obligasi 30 tahun bertahan di atas level kritis 5%. Poundsterling melemah 0,1% terhadap dolar AS dan 0,2% terhadap euro.
Baca Juga
Indeks Dow Jones Cetak Rekor di Tengah Rontoknya Saham AI di Wall Street
Di AS, Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 ditutup menguat, sementara Nasdaq Composite tertinggal tipis seiring penurunan saham berbasis AI.

