Imbas 'Shutdown', 700 Penerbangan di AS Dibatalkan, Ribuan Penumpang Telantar
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Maskapai penerbangan Amerika Serikat membatalkan ratusan penerbangan pada Jumat (7/11/2025). Pembatalan ini dilakukan hanya beberapa jam setelah Administrasi Penerbangan Federal (FAA/Federal Aviation Administration) memerintahkan pengurangan jadwal akibat penutupan pemerintahan yang telah berlangsung lebih dari sebulan.
Baca Juga
‘Shutdown’ Pemerintah AS, 750 Ribu Pegawai Terancam Tanpa Gaji
Pemotongan ini diberlakukan karena para pengatur lalu lintas udara belum menerima gaji mereka akibat penutupan pemerintahan, yang kini menjadi yang terpanjang dalam sejarah AS. Kekurangan staf pengatur lalu lintas udara telah mengacaukan operasi di sejumlah bandara besar, membuat frustrasi para pelancong dan eksekutif maskapai.
Kekurangan petugas menyebabkan penundaan penerbangan di beberapa bandara utama pada Jumat, termasuk Newark Liberty International (New Jersey), San Francisco International, dan Hartsfield-Jackson Atlanta International.
Pemotongan mendadak pekan ini memaksa maskapai untuk menyesuaikan jadwal penerbangan secara kilat dan memastikan kru berada di lokasi yang tepat meskipun perubahan dilakukan pada menit-menit terakhir. Sekitar 780 penerbangan di AS dibatalkan hingga pukul 14.00 waktu setempat, menurut data perusahaan analisis penerbangan Cirium — setara dengan 3% dari total jadwal harian. Meskipun angka itu masih sebanding dengan gangguan cuaca besar, Departemen Transportasi memperingatkan pembatalan bisa meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan perintah FAA, pemangkasan penerbangan akan meningkat secara bertahap: 4% pada Jumat, 6% pada Selasa, 8% pada Kamis, dan mencapai 10% pada 14 November.
Data Cirium mencatat, tingkat pembatalan hari Jumat menjadi yang ke-72 terburuk sejak 1 Januari 2024 — periode yang juga mencakup kekacauan besar Southwest Airlines saat badai musim dingin dan gangguan sistem Delta Air Lines akibat kerusakan teknologi CrowdStrike musim panas lalu.
Meskipun FAA memerintahkan maskapai komersial untuk memangkas jadwal, sektor penerbangan umum — termasuk jet pribadi — tidak diwajibkan untuk melakukan pengurangan serupa. Namun, FAA memperingatkan bahwa kekurangan staf dapat berdampak pada penerbangan pribadi hingga 10% di bandara dengan lalu lintas tinggi seperti Teterboro (New Jersey), William P. Hobby (Houston), dan Dallas Love Field (Texas). FAA belum memberikan komentar resmi.
Presiden dan CEO Asosiasi Penerbangan Bisnis Nasional (NBAA), Ed Bolen, mengatakan industri penerbangan bisnis juga terdampak oleh keterbatasan kapasitas dan akan berupaya berkontribusi dalam mencari solusi atas krisis ini.
Dampak finansial dari gangguan terbaru ini belum sepenuhnya jelas. Menurut analis Wolfe Research, Scott Group, pembatalan massal bisa meningkatkan pendapatan per kursi karena pasokan kursi berkurang, namun penurunan permintaan pemesanan diperkirakan akan menekan pendapatan dalam waktu dekat.
Pemotongan ini terjadi di periode permintaan perjalanan yang relatif rendah sebelum liburan Thanksgiving, tetapi tetap membuat banyak penumpang mencari alternatif. Perusahaan rental mobil Hertz melaporkan peningkatan lebih dari 20% dalam reservasi sewa satu arah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Maskapai besar melaporkan bahwa gangguan terutama terjadi pada penerbangan regional ke kota-kota kecil. United Airlines mengatakan penerbangan antarpusat dan rute internasional jarak jauh tidak terpengaruh.
Sementara itu, American Airlines menyatakan berupaya meminimalkan gangguan dengan menghindari pemotongan pada rute yang hanya beroperasi sekali atau dua kali sehari. Sebaliknya, pengurangan dilakukan pada rute dengan frekuensi tinggi, seperti dari Dallas Fort Worth ke Northwest Arkansas yang dikurangi dari 10 menjadi 8 kali per hari, serta dari Boston ke Washington DC dari 10 menjadi 9 kali.
Baca Juga
‘Shutdown’ Masuki Rekor 35 Hari, Kebuntuan di Kongres AS Terus Berlanjut
CEO American Airlines, Robert Isom, mengatakan maskapainya membatalkan 221 penerbangan pada Jumat, memengaruhi sekitar 12.000 penumpang, meskipun sebagian besar berhasil dialihkan dalam beberapa jam. “Kami berusaha meminimalkan dampak bagi pelanggan kami — hanya 220 dari 6.200 penerbangan yang dibatalkan, sebagian besar pada pesawat berukuran kecil,” kata Isom kepada CNBC. Namun, ia memperkirakan tingkat pembatalan akan terus meningkat dan itu akan menjadi masalah ke depan.
Panduan untuk Penumpang:
Maskapai menawarkan penerbangan alternatif dan membebaskan biaya perubahan tiket bagi pelanggan yang terdampak.
Para ahli perjalanan menyarankan untuk memantau jadwal terbaru melalui aplikasi atau situs maskapai dan memahami ketentuan asuransi perjalanan.
Juru bicara AAA, Aixa Diaz, merekomendasikan penumpang untuk datang ke bandara dua jam lebih awal dan menghindari bagasi check-in bila memungkinkan, guna mengurangi risiko tertinggal akibat pembatalan mendadak.
Namun, para ahli asuransi perjalanan memperingatkan bahwa polis asuransi tidak selalu melindungi sepenuhnya dari perubahan akibat penutupan pemerintah. Menurut Lauren McCormick dari platform asuransi perjalanan Squaremouth, maskapai kadang tidak mencantumkan alasan penutupan pemerintah sebagai penyebab langsung keterlambatan, yang membuat pengajuan klaim lebih sulit. Beberapa kartu kredit memang menawarkan perlindungan perjalanan, tetapi tidak ada jaminan pasti.

