Cuan Banyak, Warren Buffet Lepas Saham Apple saat Harga Melonjak
Poin Penting
• Laporan keuangan Berkshire menunjukkan nilai dasar kepemilikan produk konsumen turun $1,2 miliar, indikasi penjualan saham Apple.
• Saham Apple naik 24% pada kuartal ketiga, memberi peluang Buffett merealisasikan keuntungan.
• Buffett telah memangkas dua pertiga saham Apple pada 2024, langkah yang jarang dilakukan oleh investor jangka panjang itu.
• Berkshire mencatatkan posisi kas naik lebih dari $6 miliar, sementara valuasi pasar AS mencapai rekor tertinggi.
NEW YORK, investortrust.id - Warren Buffett melalui Berkshire Hathaway kemungkinan diam-diam memangkas kembali kepemilikan besar perusahaannya di Apple pada kuartal ketiga.
Baca Juga
Pendapatan Melonjak, Berkshire Hathaway Milik Warren Buffet Timbun Kas Rp 6.341 Triliun
Dalam laporan kuartalan terbarunya, dikutip dari CNBC, Selasa (4/11/2025), Berkshire menyebutkan bahwa nilai dasar biaya dari kepemilikan ekuitas produk konsumen turun sekitar $1,2 miliar dari kuartal sebelumnya. Kategori itu didominasi oleh posisi Apple yang dimiliki konglomerat tersebut, yang mengindikasikan bahwa penurunan tersebut kemungkinan mencerminkan penjualan tambahan saham Apple.
Saham Apple melonjak lebih dari 24% pada kuartal ketiga, reli yang memberikan Buffett peluang menarik untuk merealisasikan keuntungan.
Buffett melakukan aksi jual besar-besaran terhadap saham Apple pada 2024, memangkas dua pertiga dari saham yang dimiliki Berkshire — langkah mengejutkan bagi investor yang dikenal sangat berorientasi jangka panjang itu. Berkshire juga memangkas kepemilikan Apple pada kuartal kedua tahun ini. Produsen iPhone tersebut masih menjadi kepemilikan terbesar Berkshire pada akhir Juni, ketika perusahaan itu menguasai 280 juta saham senilai $57 miliar.
Investor akan mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai ukuran pasti kepemilikan Berkshire di Apple ketika perusahaan merilis pengajuan laporan 13F terperinci kepada Securities and Exchange Commission akhir bulan ini. Laporan itu akan mengungkap setiap perubahan kepemilikan saham individu hingga 30 September.
Buffett sebelumnya sempat menyiratkan bahwa penjualan saham Apple dilakukan karena alasan pajak, namun beberapa pihak berspekulasi bahwa besarnya volume penjualan tersebut menunjukkan bahwa “Oracle of Omaha” juga khawatir terhadap valuasi tinggi Apple. Sebagian pihak juga menilai langkah itu sebagai bagian dari manajemen portofolio, karena porsi saham Apple telah membengkak begitu besar hingga sempat menyumbang lebih dari separuh nilai portofolio investasi Berkshire.
Baca Juga
Saham Apple Dongkrak Wall Street, Indeks Dow Jones Terbang di Atas 500 Poin
Berkshire telah menjadi penjual bersih saham selama 12 kuartal berturut-turut, mengumpulkan lebih dari $6 miliar dalam bentuk kas pada kuartal ketiga. Tolok ukur favorit Buffett untuk menilai valuasi pasar saham—yang membandingkan total nilai semua saham publik AS dengan produk nasional bruto AS—telah naik ke rekor tertinggi, mencapai level yang dulu ia gambarkan sebagai “bermain dengan api.”

