Di Balik Kekaguman Trump pada Reagan, Tersembunyi Sebuah Rivalitas Terselubung
Poin Penting
|
WASHINGTON, Investortrust.id – Sejak Februari, sebuah potret besar Ronald Reagan tersenyum di Oval Office, laiknya mengawasi Donald Trump setiap kali ia duduk di belakang Resolute Desk, meja yang digunakan oleh banyak presiden Amerika Serikat.
Potret ini, disediakan oleh Ronald Reagan Presidential Foundation & Institute dan dipasang oleh Trump sebagai bentuk penghormatan, seolah menegaskan kekagumannya pada mendiang Presiden ke-40 AS. Namun menurut sejumlah veteran Partai Republik dan sejarawan yang dikutip Reuters, hubungan Trump dengan Reagan sebetulnya tak semata soal kekaguman, tapi juga sarat rivalitas.
Contoh terbaru terlihat ketika Trump secara tiba-tiba menangguhkan pembicaraan perdagangan dengan Kanada setelah pemerintah provinsi Ontario menayangkan iklan anti-tarif yang mengutip kata-kata Reagan untuk mengkritik kebijakan Trump. Charlie Black, ahli strategi Partai Republik veteran yang pernah bekerja pada kampanye Reagan, menilai hal ini menunjukkan bahwa warisan Reagan masih memberikan bayangan kuat di Oval Office.
“Untuk sebagian besar Partai Republik dan banyak warga Amerika, Reagan adalah standar emas. Ia menjadi model kebijakan bagi apa yang dipegang Partai Republik,” ujar Black dikutip Reuters yang dilansir YahooNews.com, Sabtu (25/10/2025).
Trump telah mengubah Partai Republik selama dekade terakhir, dari partai yang mendorong perdagangan bebas, aliansi global, dan kebijakan luar negeri yang hawkish, menjadi partai yang berfokus pada nasionalisme dan loyalitas personal ala Trump. Sementara itu, Reagan, yang menjabat dari 1981 hingga 1989, mempromosikan perdagangan bebas, reformasi imigrasi, mempererat hubungan dengan NATO, dan sering berkompromi dengan Demokrat—sebuah pendekatan yang banyak ditentang Trump.
Iklan Kanada yang memicu kontroversi tersebut menggunakan video Reagan yang menyatakan bahwa tarif pada barang asing dapat menyebabkan kehilangan pekerjaan dan perang dagang. Penggunaan tarif adalah salah satu kebijakan utama Trump, dan menurut Black, iklan itu “jelas mengenai titik sensitif Trump.” Iklan tersebut menggabungkan lima kalimat lengkap dari pidato mingguan Reagan tahun 1987 secara terputus-putus.
Trump menanggapi iklan tersebut melalui media sosial dengan menyebutnya “menyesatkan” dan menghentikan pembicaraan perdagangan dengan pemerintah federal Kanada. Ronald Reagan Presidential Foundation juga menyoroti penggunaan “audio dan video selektif” dalam iklan tersebut dan sedang mempertimbangkan opsi hukum.
Stu Rothenberg, analis politik nonpartisan veteran, menilai iklan itu mungkin mengguncang Trump karena banyak anggota Partai Republik masih memiliki ikatan kuat dengan Reagan.
Baca Juga
Donald Trump Bakal Teken MoU Perdagangan Mineral Kritis di Asia untuk Tekan China
Namun, dominasi Trump atas partai begitu besar sehingga “Trump tidak perlu khawatir apa pun,” kata Rothenberg, meskipun dia menambahkan bahwa “Trump mungkin melihat Reagan sebagai pesaing dalam partai,” terbukti dari reaksinya terhadap iklan itu.
Meski Trump dan Reagan berbagi beberapa keyakinan fundamental seperti pajak rendah, pemerintahan yang efisien, militer kuat, dan deregulasi bisnis, Timothy Naftali, sejarawan presiden dari Universitas Columbia, menekankan perbedaan utama: Reagan percaya pada aliansi internasional dan perdagangan bebas, sedangkan Trump tidak.
“Iklan yang muncul pada saat sensitif negosiasi Washington-Ottawa ini menegaskan betapa Trump tidak menyerupai Reagan,” ujar Naftali dikutip Reuters.
Juru bicara Gedung Putih Kush Desai menyatakan, “Presiden Trump dan Presiden Reagan sama-sama percaya pada perdagangan yang adil. Bedanya, Presiden Trump menjabat setelah beberapa dekade ketidakmampuan para politisi D.C. yang membiarkan negara lain melemahkan industri dan komunitas Amerika.”
Iklan ini kembali tayang pada Jumat dan Sabtu malam (25/10/2025), berpotensi memicu ketegangan baru. Doug Ford, Perdana Menteri Ontario, mengatakan iklan itu ditayangkan saat dua pertandingan pertama World Series Major League Baseball di Toronto, antara Toronto Blue Jays melawan Los Angeles Dodgers, untuk menjangkau audiens Amerika yang luas.
“Kami telah mencapai tujuan, menjangkau audiens AS pada level tertinggi,” ujar Ford, meski ia menyatakan akan menghentikan penayangan iklan pada Senin pekan esok.

