Donald Trump Bakal Teken MoU Perdagangan Mineral Kritis di Asia untuk Tekan China
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Presiden Donald Trump akan menandatangani sejumlah kesepakatan ekonomi dan perdagangan mineral kritis dengan mitra dagang di Asia sebagai bagian dari strategi menekan China menjelang pertemuan penting dengan Presiden Xi Jinping. Menurut pejabat senior AS, langkah ini bertujuan membuka akses sumber daya regional, menciptakan rantai pasok yang lebih andal bagi industri, mendorong pertumbuhan global, serta menarik lebih banyak investasi ke Amerika Serikat.
Trump akan memulai kunjungannya dengan menghadiri KTT ASEAN di Malaysia, dilanjutkan ke Jepang dan Korea Selatan untuk menghadiri KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), dan akan ditutup dengan pertemuan tatap muka dengan Xi Jinping. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi kedua pemimpin ekonomi terbesar dunia untuk menyelesaikan sengketa terkait tarif dan kontrol ekspor yang tengah berlangsung.
Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Zafrul Aziz, menyatakan bahwa negaranya tengah membahas potensi kesepakatan mineral kritis dengan AS. “Bisa saja terjadi,” ujar Zafrul ketika ditanya oleh Bloomberg Television apakah Malaysia akan menandatangani kesepakatan tersebut bersamaan dengan perjanjian perdagangan yang dijadwalkan pada Minggu (26/10/2025).
Mineral langka, yang sangat penting bagi sektor teknologi, pertahanan, dan energi, akan menjadi fokus utama pembahasan. China sebelumnya memperketat kontrol ekspor atas mineral kritis sebagai bagian dari strategi perdagangan balasan terhadap AS. Dominasi China atas rantai pasok mineral ini menjadi titik leverage penting bagi Xi dalam konflik perdagangan.
Baca Juga
Presiden AS Donald Trump Hadiri KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur
Trump pun telah mengancam akan memberlakukan tarif tambahan 100% pada produk China mulai 1 November jika Beijing tidak mencabut pembatasan tersebut. Selain itu, Trump berupaya mengamankan sumber alternatif untuk penambangan dan pengolahan mineral kritis guna melindungi industri AS. Sebelumnya, Trump menandatangani perjanjian penting dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese untuk meningkatkan akses AS ke mineral kritis, dengan nilai pipeline mencapai US$ 8,5 miliar.
Menjelang pertemuan dengan Xi, Trump juga memperkuat posisi negosiasinya. Pemerintahan Trump baru-baru ini meluncurkan penyelidikan terkait kepatuhan China terhadap perjanjian perdagangan terbatas pada masa kepresidenan sebelumnya, membuka peluang pengenaan tarif tambahan terhadap Beijing.
Selain mineral kritis, Trump juga akan membahas kemungkinan dilanjutkannya pembelian kedelai Amerika oleh China, penindakan terhadap perdagangan fentanyl, serta kemungkinan tekanan pada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri perang di Ukraina. Perundingan mengenai tarif saat ini yang dijadwalkan berakhir November juga menjadi salah satu agenda yang bisa diperpanjang.
Trump juga dijadwalkan mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, dengan Seoul secara khusus menargetkan penyelesaian perjanjian perdagangan dan investasi dengan Washington untuk menurunkan tarif.

