Indonesia Dorong ASEAN Tinjau Ulang Moratorium dan Jadikan Turkiye Mitra Wicara Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mendorong ASEAN untuk meninjau kembali kebijakan moratorium penerimaan mitra wicara baru. Indonesia menilai, sudah saatnya ASEAN membuka diri terhadap negara-negara yang menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kerja sama regional, termasuk Turkiye yang telah menyampaikan minat besar untuk menjadi mitra wicara resmi ASEAN.
“Mengenai permohonan Turkiye untuk menjadi mitra wicara, Indonesia ada dalam posisi untuk mempertimbangkan secara positif permintaan tersebut,” ujar Menlu Sugiono dalam Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu (25/10/2025).
Menurut keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Sugiono mendorong agar ASEAN tetap terbuka terhadap dialog dengan Turki, meskipun jika keanggotaan resmi sebagai mitra wicara belum dapat disahkan secara langsung atau sebelum tahun 2026. Ia mengusulkan agar komunikasi dan kerja sama tetap dapat berlangsung melalui mekanisme inisiatif ASEAN, seperti pertemuan bilateral terbuka atau forum dialog khusus.
Sugiono menilai bahwa keterbukaan ASEAN terhadap Turkiye akan menunjukkan kapasitas organisasi tersebut dalam merespons dinamika global yang terus berkembang. “Terlebih ketika Turki memiliki semua nilai dan kriteria yang disebutkan,” tegasnya.
Menurutnya, perluasan mitra wicara ASEAN sejalan dengan semangat untuk memperkuat kolaborasi menghadapi situasi dunia yang semakin dinamis dan sulit diprediksi. Tantangan global yang kompleks, lanjut Sugiono, menuntut ASEAN untuk mengedepankan pendekatan yang lebih fleksibel, seimbang, dan berpandangan ke depan, dengan tetap menjaga kepemimpinan dan sentralitas ASEAN di kawasan.
“Hal tersebut tentu memerlukan pendekatan yang lebih fleksibel, seimbang, berpandangan ke depan, dan dipimpin ASEAN,” ujarnya menegaskan.
Baca Juga
Indonesia Dukung ASEAN Perkuat Keterlibatan Atasi Krisis Politik Myanmar
Selain membahas hubungan dengan Turkiye, Menlu Sugiono juga mendorong ASEAN untuk memperkuat dialog dan kerja sama dengan Papua Nugini, sebagai bagian dari komitmen memperluas jangkauan kemitraan strategis di kawasan Indo-Pasifik.
KTT ASEAN ke-47 yang akan digelar di Kuala Lumpur pada 26–28 Oktober 2025 mengangkat tema “Masa Depan yang Tangguh dan Inklusif Bersama.” Melalui momentum ini, ASEAN diharapkan mampu memperkuat solidaritas internal sekaligus memperluas jejaring kemitraan eksternal dengan berbagai negara dan organisasi internasional.
Saat ini, ASEAN memiliki 12 mitra wicara resmi, yakni Amerika Serikat, Australia, India, Jepang, Kanada, Korea Selatan, Rusia, Selandia Baru, China, Uni Eropa, Inggris, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sementara itu, status Turkiye hingga kini masih sebagai mitra wicara sektoral yang keterlibatannya terbatas pada bidang kerja sama tertentu.
Langkah Indonesia mendorong peninjauan kembali moratorium dan membuka peluang bagi Turki mencerminkan upaya diplomatik untuk menjaga relevansi dan fleksibilitas ASEAN dalam menghadapi dinamika geopolitik global.

