Indonesia Dukung ASEAN Perkuat Keterlibatan Atasi Krisis Politik Myanmar
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan dukungan penuh terhadap upaya ASEAN untuk meningkatkan keterlibatan dalam penyelesaian krisis politik yang terus berlanjut di Myanmar. Dukungan tersebut disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu (25/10/2025).
Menlu Sugiono menekankan bahwa Konsensus Lima Poin (Five-Point Consensus/5PC) tetap menjadi acuan utama ASEAN dalam mencari solusi damai bagi situasi di Myanmar, meskipun implementasinya masih menghadapi tantangan. Konsensus tersebut mencakup penghentian permusuhan, pemberian bantuan kemanusiaan, penunjukan utusan khusus, pelaksanaan kunjungan utusan khusus, serta mendorong proses dialog yang inklusif antara seluruh pihak terkait di Myanmar.
“Untuk memastikan kesinambungan dan keterlibatan yang berkelanjutan, Indonesia mendukung secara prinsip usulan Duta Khusus ASEAN untuk Myanmar dengan mandat jangka panjang,” ujar Sugiono dalam pertemuan tersebut.
Selain mendukung penguatan mandat Duta Khusus ASEAN, Sugiono juga menyampaikan dukungan Indonesia terhadap pembentukan Kelompok Pengamat ASEAN yang akan bertugas mengawasi pelaksanaan pemilihan umum di Myanmar pada Desember mendatang. Ia menilai pembentukan kelompok tersebut penting untuk memastikan ASEAN tetap terlibat aktif dan memiliki pemahaman objektif terhadap dinamika politik di Myanmar.
Baca Juga
Bertolak ke Malaysia, Mendag Akan Dampingi Prabowo Hadiri KTT Ke-47 ASEAN
Menlu Sugiono menegaskan bahwa ASEAN perlu berhati-hati dalam menentukan posisi bersama terkait rencana pemilu Myanmar. Menurutnya, pelaksanaan pemilu saja belum cukup untuk menyelesaikan akar permasalahan politik yang mendalam di negara tersebut. “Indonesia terbuka terhadap gagasan Kelompok Pengamat ASEAN dengan mandat yang jelas dan terbatas untuk mengamati dan mengawasi, namun bukan untuk mengakui, mendukung, atau mengesahkan pemilu,” tegasnya.
Sugiono menambahkan, jika ASEAN tidak mencapai kesepakatan terkait pembentukan Kelompok Pengamat, maka organisasi regional tersebut tetap harus siap menegaskan posisinya. Hal ini menjadi penting, terutama apabila ada pihak ketiga yang mencoba memberikan pengakuan resmi terhadap pelaksanaan pemilu di Myanmar tanpa mempertimbangkan prinsip dan nilai yang dipegang ASEAN.
Dalam kesempatan yang sama, Menlu Sugiono juga memuji langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Malaysia selaku Ketua ASEAN tahun 2025, serta peran aktif Duta Khusus ASEAN dalam mendorong solusi damai bagi konflik di Myanmar. Ia menilai kolaborasi dan konsistensi antaranggota ASEAN menjadi kunci dalam menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara, demikian diberitakan Antara.
KTT ASEAN ke-47 yang akan diselenggarakan di Kuala Lumpur pada 26–28 Oktober 2025 mengusung tema “Masa Depan yang Tangguh dan Inklusif Bersama.” Melalui pertemuan tersebut, ASEAN diharapkan dapat memperkuat solidaritas dan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan kawasan, termasuk upaya mewujudkan perdamaian dan demokrasi di Myanmar.

