Prabowo Apresiasi Penandatanganan IEU CEPA dan ICA CEPA
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi finalisasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dengan Uni Eropa atau Indonesia - European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dengan Kanada (ICA-CEPA). Penandatanganan kedua kesepakatan ini menjadi akhir dari perundingan selama bertahun-tahun.
"Di Kanada, kami juga dapat terobosan, kita berhasil tanda tangan CEPA. Jadi, free trade antara Kanada dan Indonesia," ujar Prabowo di Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu (27/9/2025).
Perundingan dengan Uni Eropa, kata Prabowo, sudah berlangsung selama 10 tahun. Sedangkan perundingan dengan Kanada berlangsung 2,5 tahun.
Baca Juga
Kadin Dorong Kerja Sama Dagang Strategis Indonesia-Kanada, Anindya Bakrie Temui Kamar Dagang Kanada
Setelah berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS), Prabowo menyaksikan upacara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Kanada yang berlangsung di West Block, Parliament Hill, Ottawa, Rabu (24/9/2025). Agenda turut dihadiri Perdana Menteri Kanada, Mark Carney.
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia dan Kanada menandatangani tiga kesepakatan utama yang mencakup bidang perdagangan, pertahanan, serta koneksi antarpelaku usaha. Kesepakatan ini membuka peluang baru bagi kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan antara kedua negara.
Baca Juga
Prabowo Akhiri Lawatan di Kanada, Perkuat Kemitraan Lewat ICA-CEPA
Kesepakatan pertama adalah penandatanganan ICA CEPA oleh Menteri Perdagangan (Mendag) RI dan Mendag Internasional Kanada.
Prabowo menegaskan pentingnya kerja sama strategis antara Indonesia dan Kanada melalui CEPA yang sangat bernilai secara ekonomi maupun politik serta menjadi momentum bersejarah dalam hubungan kedua negara.
“Saya sangat senang berada di sini untuk penandatanganan CEPA, dan ini akan menjadi momen bersejarah. Ini akan terbukti sebagai tonggak yang signifikan,” ujar dia, sebelum prosesi penandatanganan.
Menurut Prabowo, ICA-CEPA menghadirkan kepastian hukum sekaligus memperluas akses pasar bagi kedua negara. Melalui kesepakatan tersebut, Kanada berkomitmen menghapus 90,5% tarif impor terhadap produk asal Indonesia, sementara Indonesia memberikan liberalisasi sebesar 85,8% pos tarif.
Implementasi ICA-CEPA diproyeksikan mampu mendorong ekspor Indonesia ke Kanada hingga mencapai US$ 11,8 miliar pada 2030, dengan tambahan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 0,12% serta peningkatan investasi 0,38%.
Baca Juga
Ekspor Indonesia ke Uni Eropa Nikmati Tarif 0%, Pengusaha Diminta Siapkan Strategi Hadapi IEU-CEPA
Selain dampak ekonomi, perjanjian ini menjamin transparansi regulasi, perlindungan investasi, serta memperkuat kerja sama di bidang pemberdayaan UMKM, lokapasar digital, hak kekayaan intelektual, dan perdagangan berkelanjutan.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto mengatakan, kedua kesepakatan ini menjadi bukti konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan nasional di tengah dinamika perdagangan global.
"Dengan tercapainya kesepakatan substantif IEU–CEPA dan ICA–CEPA, Indonesia tidak hanya memperoleh posisi tawar yang lebih kuat, tetapi juga memastikan manfaat nyata dapat dirasakan langsung oleh dunia usaha dan masyarakat,” ungkap Haryo.

