Klaim Pengangguran AS Turun Tajam, Jauh di Bawah Perkiraan
Poin Penting
- Klaim pengangguran turun ke 218 ribu, jauh di bawah ekspektasi 235 ribu.
- PDB kuartal II direvisi naik menjadi 3,8%, didorong konsumsi kuat.
- Belanja barang tahan lama melonjak 2,9% di Agustus, berlawanan dengan proyeksi penurunan.
- Data solid membuat pasar memperkirakan Fed tetap memangkas suku bunga dua kali lagi tahun ini.
WASHINGTON, investortrust.id - Jumlah klaim awal tunjangan pengangguran di Amerika Serikat (AS) turun menjadi 218 ribu pada pekan yang berakhir 20 September, jauh di bawah ekspektasi konsensus 235 ribu.
Baca Juga
Klaim Pengangguran Meningkat, Pasar Tenaga Kerja AS Kian Rapuh
Penurunan 14 ribu dari pekan sebelumnya ini menandakan perusahaan masih enggan melakukan pemutusan hubungan kerja, meski tren perekrutan melambat.
Klaim awal tunjangan pengangguran, yang berada jauh di bawah ekspektasi, membantu meredakan kekhawatiran di Federal Reserve.
Data klaim pengangguran itu dilaporkan Departemen Tenaga Kerja AS Kamis (25/9/2025), seperti dilansir CNBC.
Rilis data ini hadir hanya sepekan setelah The Federal Reserve memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin ke kisaran 4%-4,25%.
Baca Juga
The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, Indikasikan Pemotongan Lanjutan
FOMC sebelumnya menekankan risiko penurunan lapangan kerja sebagai alasan utama langkah pelonggaran. Namun, data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja tetap solid, meskipun pertumbuhan payroll nonpertanian melambat dan lowongan kerja berada di level terendah multi-tahun.
Selain itu, revisi PDB kuartal II menjadi 3,8% dari 3,3% menunjukkan ketahanan konsumsi rumah tangga dan belanja barang tahan lama yang jauh di atas proyeksi. Ketua The Fed Jerome Powell mengakui ekonomi masih menunjukkan daya tahan di tengah perubahan kebijakan perdagangan, imigrasi, dan geopolitik, sembari memberi ruang untuk pelonggaran tambahan bila dibutuhkan.

