Murdoch Masuk Radar Trump dalam Kesepakatan TikTok
Poin Penting
- Trump sebut Rupert dan Lachlan Murdoch bisa terlibat dalam kesepakatan TikTok.
- Oracle dan Dell juga masuk daftar calon mitra strategis.
- Gedung Putih pastikan 6 dari 7 dewan TikTok akan dikendalikan orang Amerika.
- China minta AS sediakan iklim bisnis adil bagi investor Tiongkok.
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa baron media Rupert Murdoch dan putranya, Lachlan, bisa terlibat dalam kesepakatan untuk memastikan TikTok tetap beroperasi di Amerika Serikat.
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan klan Murdoch “mungkin akan ada di kelompok itu.”
Trump juga menyebut sejumlah nama besar lain seperti Chairman Oracle Larry Ellison dan CEO Dell Technologies Michael Dell sebagai calon mitra yang akan berperan dalam restrukturisasi kepemilikan TikTok. “Mereka orang-orang hebat, patriot Amerika, dan saya yakin akan melakukan pekerjaan yang baik,” ujar Trump.
Baca Juga
Negosiasi Alot, Trump Perpanjang Tenggat Divestasi TikTok hingga Desember
Meski begitu, sumber CNBC menyebutkan bahwa Lachlan Murdoch kemungkinan tidak akan terlibat secara individu, tetapi Fox Corporation — tempat ia menjabat sebagai Executive Chair dan CEO — dapat berperan dalam kesepakatan tersebut.
Perbedaan dalam Negosiasi
Kongres tahun lalu mengesahkan undang-undang yang akan melarang platform media sosial populer tersebut kecuali ByteDance melepaskan operasi AS di tengah kekhawatiran keamanan nasional. Gedung Putih pada hari Sabtu memberikan rincian baru tentang kemungkinan kesepakatan itu, dengan mengatakan bahwa enam dari tujuh anggota dewan yang mengendalikan TikTok akan berasal dari Amerika.
Baca Juga
Trump-Xi Akan Bertemu di Korsel, Gedung Putih Ungkap Detail ‘Kesepakatan’ TikTok
AS juga akan mengendalikan algoritme aplikasi tersebut, menurut sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt, yang menyinggung poin utama dalam negosiasi. Leavitt juga mengatakan bahwa data dan privasi aplikasi di AS akan dipimpin oleh Oracle.
Trump dan Xi berbicara lewat panggilan telepon pada hari Jumat mengenai kemungkinan kesepakatan TikTok. Setelah panggilan itu, Trump mengatakan bahwa kesepakatan tersebut “sedang dalam proses, dan para investor sedang bersiap.”
Namun Tiongkok, dalam pernyataannya sendiri, menyebutkan bahwa kedua pihak masih memiliki perbedaan dalam negosiasi.
“Posisi Tiongkok mengenai masalah TikTok jelas: pemerintah Tiongkok menghormati kehendak perusahaan dan senang melihat perusahaan melakukan negosiasi bisnis berdasarkan aturan pasar dan mencapai solusi yang mematuhi hukum dan peraturan Tiongkok serta menyeimbangkan kepentingan,” demikian bunyi pernyataan yang diterjemahkan dari kantor berita resmi Xinhua.
“Kami berharap pihak AS akan menyediakan lingkungan bisnis yang terbuka, adil, dan tidak diskriminatif bagi perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di Amerika Serikat,” demikian bunyi pernyataan itu.

