Prabowo dan 145 Negara di Sidang Umum PBB New York, Apa yang Disampaikan Indonesia?
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali digelar di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, pada 22-23 September ini. Mengusung tema Better together: 80 years and more for peace, development and human rights, forum tahunan ini menandai 80 tahun PBB sebagai wadah multilateralisme global dan menjadi ajang bagi negara-negara anggota memperbarui komitmen terhadap perdamaian, pembangunan, dan hak asasi manusia.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mencatat per 11 September, sebanyak 145 dari 193 negara anggota telah mengonfirmasi kehadiran, termasuk 137 kepala negara pemerintahan. Indonesia akan kembali hadir dengan Presiden Prabowo Subianto memimpin delegasi, menjadi kehadiran pertama kepala negara Indonesia setelah 1 dekade.
Baca Juga
Momen Diaspora Berebut Foto dan Tanda Tangan Prabowo di New York
Presiden Prabowo dilansir Antara, Minggu (21/9/2025) dijadwalkan berbicara pada sesi Debat Umum Tingkat Tinggi pada 23 September, dengan nomor urut ketiga setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. Kehadiran Indonesia menjadi momentum penting untuk menegaskan posisi dalam isu-isu global, termasuk Palestina yang diperkirakan menjadi topik utama sidang.
Topik Sidang dan Agenda Penting
Rangkaian pertemuan tingkat tinggi dimulai pada 22 September dengan peringatan 80 tahun berdirinya PBB. Pada hari yang sama, digelar sesi memperingati 30 tahun Konferensi Dunia Keempat tentang Perempuan, diikuti pembahasan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) serta Konferensi Internasional Tingkat Tinggi mengenai penyelesaian damai masalah Palestina.
Konferensi ini diketuai bersama oleh Prancis dan Arab Saudi, yang bertujuan menegaskan kembali dukungan internasional pada solusi dua negara dan mendorong implementasinya. Debat Umum Majelis akan berlangsung 23–27 September dan dilanjutkan pada 29 September. Para pemimpin dunia menyampaikan pandangan mengenai tantangan global, termasuk perubahan iklim, ekonomi berkelanjutan, serta kesehatan masyarakat.
Baca Juga
Dukungan Pengakuan Palestina Menguat
Isu pengakuan Palestina sebagai negara merdeka diperkirakan menjadi salah satu sorotan utama. Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan kesiapan negaranya secara resmi mengakui kedaulatan Palestina di hadapan Majelis Umum PBB. Langkah serupa diumumkan Perdana Menteri Kanada Mark Carney, yang menyebut keputusan itu berdasarkan komitmen Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk melakukan reformasi tata kelola pemerintahan.
Selain Prancis dan Kanada, 10 negara lainnya, termasuk Australia, Finlandia, Selandia Baru, Portugal, Andorra, Malta, San Marino, dan Luksemburg, mengumumkan niat pertama mereka untuk mengakui Palestina. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot menyebut langkah ini sebagai upaya kolektif menggalang dukungan internasional bagi perdamaian Timur Tengah.
Indonesia, salah satu negara yang konsisten menyerukan kedaulatan Palestina, diperkirakan kembali menegaskan posisinya. “Tidak akan ada perdamaian abadi tanpa solusi dua negara. Jalan menuju perdamaian tetap satu yakni terwujudnya Negara Palestina merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” kata Staf Khusus Menteri Luar Negeri Sugiono.
Baca Juga
Prabowo berangkat menuju New York pada 20 September seusai kunjungan ke Osaka Expo, Jepang. Kehadirannya di forum global ini dinilai strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktif mendorong penyelesaian konflik secara damai.
Dengan semakin banyaknya negara Eropa yang mengakui Palestina, hasil Sidang Majelis Umum PBB kali ini diharapkan memberi tekanan lebih kuat bagi implementasi solusi dua negara yang selama ini terhambat.

