UNGA Desak Solusi Dua Negara, 10 Negara Siap Akui Palestina
Poin Penting
|
NEW YORK, Investortrust.id – Negara-negara anggota Majelis Umum PBB (UNGA) mengecam pelanggaran hukum internasional di Jalur Gaza dan menyerukan solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik. Presiden UNGA ke-80 Annalena Baerbock menyampaikan hal tersebut pada Sabtu (20/9/2025) menjelang rangkaian sidang tahunan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat (AS).
10 negara lagi berencana mengakui Palestina pada konferensi di sela-sela sidang UNGA pada 22 September.
Baerbock, yang juga mantan Menteri Luar Negeri Jerman, mengatakan sejumlah negara akan memanfaatkan momentum konferensi pekan depan untuk menegaskan penolakan terhadap tindakan yang melanggar hukum internasional, termasuk penghalangan bantuan kemanusiaan dan serangan terhadap fasilitas sipil.
“Pekan depan, akan ada konferensi tentang solusi dua negara, sejumlah negara akan menegaskan tidak setuju dengan pelanggaran hukum internasional, seperti penolakan bantuan kemanusiaan ke Gaza atau serangan terhadap sasaran sipil,” kata Baerbock kepada stasiun radio Deutschlandfunk dikutip Antara.
Baca Juga
Curigai ‘Tipu daya’ Israel, Hamas Tolak Rencana Relokasi Gaza
Ia menekankan bahwa situasi di Gaza masih jauh dari selesai dan diperlukan tekanan global untuk memastikan bantuan kemanusiaan bisa masuk tanpa hambatan. “Penting bagi kita untuk tidak berpaling dari masalah ini dan melanjutkan berbagai upaya,” ujarnya.
Soal cara PBB menengahi ketegangan Barat yang mengakui Palestina dengan Israel yang masih melanjutkan operasi militernya, Baerbock menyebut sebagian besar negara anggota telah menyusun langkah-langkah konkret.
Langkah tersebut, meliputi seruan gencatan senjata, pembebasan semua sandera, kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan, pencopotan kepemimpinan Hamas di Gaza, pengakuan hak Israel untuk hidup, dan pengakuan negara Palestina. “Ini adalah isu yang telah dibahas di PBB sejak didirikan – hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri,” kata Baerbock.
Baerbock menegaskan bahwa sebagai presiden UNGA, ia tidak bisa menyatakan sikap pribadi, tetapi ia menekankan bahwa pandangan mayoritas negara anggota mengarah pada solusi dua negara. “Hal ini sejalan dengan kebijakan saya sebelumnya sebagai menteri luar negeri, solusinya hanya dua negara, dengan Israel dan Palestina hidup dalam keadaan aman,” katanya.
Momentum pengakuan Palestina
Media internasional melaporkan, mengutip penasihat Presiden Prancis Emmanuel Macron, bahwa 10 negara lagi berencana mengakui Palestina pada konferensi di sela-sela sidang UNGA pada 22 September.
Baca Juga
Kisah Haru Keluarga Gaza yang Dievakuasi ke Yordania Terima Bantuan Dompet Dhuafa
Saat ini Palestina diakui oleh 147 negara, termasuk Rusia. Pada 2024, Amerika Serikat memveto upaya Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB. Sejak itu, 10 negara telah menambah pengakuan resmi, termasuk Irlandia, Norwegia, Spanyol, dan Armenia.
Langkah terbaru ini dipandang dapat meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Israel dan mendorong proses perdamaian yang macet selama bertahun-tahun.

