Trump–Xi Capai Kemajuan Soal TikTok, Berencana Bertemu di Korea Selatan
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id – Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping belum mencapai kesepakatan final terkait TikTok, namun keduanya menyebut ada kemajuan berarti dalam pembicaraan telepon Jumat (19/9/2025). Trump menegaskan ia dan Xi akan bertemu langsung pada KTT APEC di Gyeongju, Korea Selatan, akhir Oktober mendatang.
Sumber pejabat Gedung Putih kepada CNBC memberi klarifikasi setelah Trump dan media pemerintah Tiongkok mengeluarkan keterangan berbeda mengenai percakapan mereka, yang membuat status kesepakatan aplikasi video populer tersebut tidak jelas.
Baca Juga
Negosiasi Alot, Trump Perpanjang Tenggat Divestasi TikTok hingga Desember
“Saya baru saja menyelesaikan panggilan yang sangat produktif dengan Presiden Xi dari Tiongkok. Kami membuat kemajuan dalam banyak isu yang sangat penting termasuk Perdagangan, Fentanyl, kebutuhan untuk mengakhiri Perang antara Rusia dan Ukraina, dan persetujuan atas Kesepakatan TikTok,” tulis Trump di Truth Social pada Jumat pagi waktu AS.
Trump juga mengumumkan bahwa ia dan Xi sepakat untuk bertemu dalam pertemuan puncak forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik yang akan datang di Korea Selatan.
Trump menambahkan bahwa ia sepakat untuk “pergi ke Tiongkok pada awal tahun depan,” dan Xi juga akan datang ke Amerika Serikat pada waktu yang tepat. “Panggilan itu sangat baik, kami akan berbicara lagi melalui telepon, mengapresiasi kesepakatan TikTok, dan menantikan pertemuan di APEC!” tulisnya.
Sementara itu, ringkasan percakapan dari kantor berita pemerintah Tiongkok, Xinhua, tampak menunjukkan perbedaan pandangan kedua pihak mengenai TikTok.
“Posisi Tiongkok mengenai isu TikTok jelas: pemerintah Tiongkok menghormati kehendak perusahaan dan senang melihat perusahaan melakukan negosiasi bisnis berdasarkan aturan pasar dan mencapai solusi yang sesuai dengan hukum dan peraturan Tiongkok serta menyeimbangkan kepentingan. Kami berharap pihak AS akan menyediakan lingkungan bisnis yang terbuka, adil, dan non-diskriminatif bagi perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di Amerika Serikat,” demikian bunyi pernyataan itu, seperti dikutip CNBC.
“Pihak AS berharap dapat mendorong kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral, akan mendukung konsultasi antara kedua tim, dan menyelesaikan isu TikTok dengan tepat,” tambah pernyataan dari Xinhua.
Kesepakatan ‘Kerangka Kerja’ TikTok
Trump dan pemerintahannya telah memberi sinyal awal pekan ini bahwa kesepakatan hampir tercapai. Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan pada Senin bahwa negosiator dari kedua negara telah menyepakati sebuah “kerangka kerja” untuk TikTok, yang terancam dilarang di AS.
Baca Juga
Bessent Sebut ‘Kerangka’ Kesepakatan TikTok Sudah Dicapai, Tunggu Finalisasi Trump dan Xi
Bahkan, pada Selasa, Trump menyatakan punya kesepakatan untuk TikTok, seraya menambahkan bahwa panggilannya dengan Xi hanya untuk “mengonfirmasi semuanya.”
ByteDance, perusahaan induk TikTok asal Tiongkok, menghadapi ultimatum berdasarkan undang-undang federal yang mewajibkannya menjual bisnis Amerika atau ditutup di AS.
Namun Trump, yang merupakan penggemar TikTok dan mengaku aplikasi itu membantunya memenangkan pemilu presiden 2024, telah berulang kali memperpanjang tenggat waktu. Pada Selasa, ia menandatangani perintah eksekutif yang menundanya hingga 16 Desember.
Dalam kunjungan kenegaraan ke Inggris pada Kamis, Trump mengatakan ia ingin TikTok tetap hidup di AS.
“Kami akan berbicara dengan Presiden Xi pada Jumat untuk melihat apakah kami bisa menyelesaikan sesuatu mengenai TikTok karena ada nilai yang sangat besar, dan saya benci melepaskan nilai itu, tapi saya suka TikTok,” kata Trump di Chequers, kediaman akhir pekan perdana menteri Inggris di Aylesbury.
Para legislator dari kedua partai telah mendukung undang-undang TikTok, yang bertujuan melindungi warga Amerika dari aplikasi media sosial yang bisa digunakan untuk tujuan pengawasan atau manipulasi oleh musuh asing.
Mantan Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang tersebut pada April 2024, dengan ByteDance awalnya menghadapi tenggat 19 Januari untuk melepas saham atau menghadapi larangan di AS.
Namun Trump memperpanjang tenggat itu pada hari pertamanya menjabat, dan sejak itu ia telah melakukannya tiga kali lagi.

