Laporan Iklim: 1,5 Juta Warga Australia Terancam Kenaikan Permukaan Air Laut di 2050
Poin Penting
|
SYDNEY, Investortrust.id -- Laporan iklim nasional Australia memperingatkan bahwa 1,5 juta penduduk yang tinggal di wilayah pesisir akan terdampak langsung oleh kenaikan permukaan laut pada 2050. Peringatan ini muncul hanya beberapa hari sebelum pemerintah negara tersebut merilis target baru pengurangan emisi.
Penilaian risiko iklim nasional yang telah lama ditunggu menemukan bahwa kenaikan suhu akan menimbulkan dampak “berantai, bertumpuk, dan bersamaan” terhadap kehidupan di Australia, negara dengan populasi lebih dari 27 juta jiwa. Menteri Iklim Chris Bowen menegaskan bahwa krisis iklim tidak lagi menjadi proyeksi masa depan. “Kita sedang menjalani perubahan iklim sekarang. Ini bukan lagi ramalan, proyeksi, atau prediksi – ini adalah kenyataan hidup, dan sudah terlambat untuk menghindari dampaknya,” ujarnya dikutip NewsZealandHerald, Senin (15/9/2025).
Laporan yang disiapkan secara independen untuk pemerintah itu menyebutkan bahwa pada tahun 2050, sekitar 1,5 juta orang di kawasan pesisir akan berisiko terdampak kenaikan permukaan laut.
Angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi tiga juta orang pada tahun 2090. Kerugian nilai properti diperkirakan melonjak hingga AU$ 611 miliar dolar Australia pada 2050, dan bisa mencapai AU$ 770 miliar dolar pada 2090.
Baca Juga
Risiko lain yang dipaparkan laporan ini adalah meningkatnya angka kematian akibat suhu ekstrem. Jika suhu global meningkat hingga tiga derajat Celcius, kematian terkait panas di Sydney – kota terpadat di Australia – bisa melonjak lebih dari 400%.
Australia yang dikenal sebagai salah satu pengekspor bahan bakar fosil terbesar di dunia kerap dikritik karena dianggap memperlakukan aksi iklim sebagai beban politik dan ekonomi. Namun, pemerintah Partai Buruh yang berhaluan tengah-kiri dalam beberapa tahun terakhir mulai meningkatkan upaya menurunkan emisi dan memperluas pemanfaatan energi terbarukan.
Laporan ini dirilis bersamaan dengan persiapan Australia untuk mengumumkan target baru pengurangan emisi sebagai bagian dari kewajiban dalam perjanjian iklim Paris. Banyak pihak berharap negara benua ini akan menetapkan target yang lebih ambisius demi melindungi warganya dari ancaman iklim yang semakin nyata.

