Banjir Bandang Landa Afghanistan, Tewaskan Lebih dari 200 Orang
JAKARTA, Investortrust.id - Banjir bandang dilaporkan telah melanda sejumlah wilayah di Afghanistan utara, dan menyebabkan lebih dari 200 orang tewas di satu provinsi, demikian badan PBB dalam pernyataannya Sabtu (11/5/2024).
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB menyebutkan, sebanyak lebih dari 200 orang tewas dan ribuan rumah hancur atau rusak di provinsi Baghlan ketika hujan deras pada hari Jumat (10/5/2024) memicu banjir besar.
Pemimpin tanggap darurat IOM, melansir angka dari Otoritas Manajemen Bencana Nasional Afghanistan yang dikutip AFP memaparkan, di distrik Baghlani Jadid saja, sebanyak 1.500 rumah rusak atau hancur dan lebih dari 100 orang tewas.
Sebelumnya pejabat pemerintah Taliban yang dikutip AFP mengatakan 62 orang tewas hingga Jumat malam (10/4/2024).
Baca Juga
Juru bicara Pemerintah Taliban Afghanistan Zabihullah Mujahid dalam sebuah pernyataan di X, pada hari Sabtu mengatakan “Ratusan warga kita telah meninggal akibat bencana banjir ini”, tanpa menjelaskan berapa jumlah korban tewas dan luka-luka, meskipun ia mengatakan kepada AFP bahwa puluhan orang telah tewas.
Banjir bandang terjadi di beberapa provinsi di Afghanistan, dan para pejabat di provinsi utara Takhar melaporkan 20 orang tewas pada hari Sabtu.
Curah hujan pada hari Jumat juga menyebabkan kerusakan parah di provinsi Badakhshan di timur laut Afghanistan, provinsi Ghor di tengah, dan Herat di barat. Personel tanggap darurat telah dikerahkan ke daerah yang terkena dampak dan bergegas menyelamatkan orang-orang yang terluka dan terbawa arus banjir.
Afghanistan, yang memiliki musim dingin yang relatif kering membuat tanahnya lebih sulit menyerap curah hujan, sehingga sangat rentan terhadap perubahan iklim. Menurut para ilmuwan, Afghanistan merupakan salah satu negara yang paling tidak siap menghadapi dampak pemanasan global.

