AS Cabut Izin Samsung dan SK Hynix, Operasi Pabrik Chip di China Terancam
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Amerika Serikat (AS) kembali memperketat pengawasan industri semikonduktor dengan mencabut otorisasi khusus yang selama ini memungkinkan Samsung Electronics dan SK Hynix tetap memasok peralatan manufaktur chip asal AS ke pabrik mereka di China.
Keputusan ini dipublikasikan dalam daftar resmi Federal Register pada akhir pekan kemarin dan berlaku efektif dalam 120 hari. Langkah ini diberikan guna menjaga stabilitas rantai pasok global sekaligus memberi waktu bagi perusahaan Samsung menyesuaikan diri.
Dengan pencabutan izin tersebut, Samsung dan SK Hynix kini diwajibkan mengajukan lisensi ekspor baru untuk setiap pengiriman peralatan asal AS ke pabrik mereka di China. Departemen Perdagangan AS menyatakan, lisensi hanya akan diberikan untuk mempertahankan fasilitas yang ada, bukan untuk ekspansi atau peningkatan teknologi.
Dilansir dari Reuters, Minggu (31/8/2025), SK Hynix menyebut akan berkoordinasi dengan pemerintah Korea Selatan (Korsel) dan AS untuk meminimalkan dampak kebijakan ini. Sedangkan Kementerian Perindustrian Korsel menegaskan pihaknya akan melanjutkan dialog dengan Washington karena operasional kedua perusahaan di China dinilai krusial bagi stabilitas rantai pasok global.
Di sisi lain, Beijing pun bereaksi keras. Kementerian Perdagangan China menyatakan akan mengambil langkah tegas untuk melindungi hak dan kepentingan perusahaan yang terdampak.
Baca Juga
Nvidia Masih Tunggu Restu Gedung Putih untuk Jual Chip AI Versi 'Downgrade' ke China
Kebijakan ini muncul di tengah gencatan senjata tarif antara Washington dan Beijing, yakni 30% bea masuk atas produk China ke AS dan 10% atas ekspor AS ke China yang berlaku hingga November.
Pengamat semikonduktor Chris Miller menilai langkah ini akan menyulitkan produsen Korea di China memproduksi chip canggih. Tak cuma itu, kebijakan ini juga berpotensi memberi ruang bagi perusahaan China berkembang dengan mengorbankan perusahaan asal Korea.

