Nvidia Masih Tunggu Restu Gedung Putih untuk Jual Chip AI Versi 'Downgrade' ke China
WASHINGTON, investortrust.id - CEO Nvidia, Jensen Huang, mengatakan pembicaraan dengan Gedung Putih terkait izin penjualan chip AI generasi terbaru Blackwell versi terbatas ke China masih akan memakan waktu.
“Pembicaraan ini akan memakan waktu, tapi Presiden Trump memahami bahwa membangun AI dunia dengan teknologi Amerika justru membantu AS memenangkan perlombaan AI,” kata Huang dikutip dari Reuters, Jumat (29/8/2025).
Baca Juga
Kinerja Nvidia Lampaui Ekspektasi, tapi Harga Saham Tertekan Pasca-Penutupan Bursa
Awal Agustus, Trump sempat mengindikasikan kemungkinan melonggarkan larangan dengan mengizinkan Nvidia menjual chip versi 'downgrade' ke China. Chip itu diperkirakan 30–50% lebih rendah kemampuannya dibanding model penuh, meski tetap menimbulkan kekhawatiran di Washington soal potensi pemanfaatan oleh militer Beijing.
Sejumlah pihak di AS khawatir, pemberian izin ekspor meski untuk chip terbatas tetap membuka peluang China meningkatkan kapasitas komputasi AI dari teknologi AS. Persaingan teknologi antara dua ekonomi terbesar dunia itu masih berlangsung ketat, terutama di bidang semikonduktor dan kecerdasan buatan.
Sebelumnya Nvidia sudah menyiapkan varian chip Blackwell khusus China dengan harga jauh lebih rendah. Namun, perusahaan tetap mengecualikan potensi penjualan ke China dari proyeksi kuartal berjalan karena ketidakpastian izin ekspor.
Baca Juga
Huang menegaskan, Nvidia sejauh ini juga belum menerima pesanan chip H20 dari China. Padahal, perusahaan sudah mencapai kesepakatan dengan Trump soal lisensi ekspor dengan imbalan 15% dari penjualan H20 di pasar China.
Saat ditanya apakah ia akan menyetujui jika Trump juga menuntut 15% dari penjualan Blackwell di China, Huang menyebut tidak menutup kemungkinan. “Saya tidak tahu apakah itu disebut dipaksa untuk mengatakan ‘ya’, tapi pada akhirnya, demi kepentingan dunia dan negara kita, lebih baik kami bisa menjual di China. Jadi apa pun syaratnya, tidak masalah bagi kami,” ujarnya.
Sekadar informasi, Nvidia memperkirakan potensi pasar AI di China bernilai hingga US$ 50 miliar. Huang menambahkan, pihaknya berharap bisa tetap menggarap bagian signifikan dari pasar tersebut jika izin ekspor diberikan.

