Reli Rekor di Wall Street, Indeks S&P 500 Ditutup di Atas 6.500 untuk Pertama Kalinya
Poin Penting
- S&P 500 ditutup di atas 6.500 untuk pertama kalinya, Nasdaq juga mencetak rekor.
- Nvidia laporkan pendapatan kuartal II naik 56%, namun saham turun 0,8% akibat proyeksi hati-hati.
- Wall Street optimistis, JPMorgan, Citi, dan Bernstein naikkan target harga Nvidia.
- Broadcom dan Micron ikut menguat, sementara Snowflake melonjak 20% berkat hasil AI.
NEW YORK, investortrust.id - Pasar saham AS kembali mencetak sejarah pada Kamis waktu AS atau Jumat (29/8/2025) WIB. Indeks S&P 500 ditutup di level 6.501,86, untuk pertama kalinya menembus batas psikologis 6.500. Kenaikan 0,32% ini dipicu laporan kinerja Nvidia yang terus menegaskan tren kecerdasan buatan (AI) sebagai motor utama pasar. Nasdaq juga menguat 0,53% ke 21.705,16, sementara Dow Jones naik 0,16% ke rekor baru 45.636,90.
Baca Juga
Wall Street Catat Rekor Baru, Nvidia Jadi Penentu Arah Reli Pasar
Nvidia, penyumbang 8% kapitalisasi S&P 500, melaporkan pendapatan kuartal II tumbuh 56%, melampaui perkiraan Wall Street. Namun, proyeksi pendapatan kuartal berjalan hanya US$54 miliar, sedikit di atas konsensus US$53,1 miliar, memicu penurunan saham 0,8% setelah sempat berfluktuasi.
“Pertumbuhan inti di luar Tiongkok sangat kuat. Saya pikir kita akan melihat percepatan lebih besar lagi di kuartal IV,” ujar Ben Reitzes, Head of Tech Research di Melius, kepada CNBC.
Sentimen Positif
Sejumlah analis semikonduktor semakin optimistis terhadap Nvidia dengan menaikkan target harga sahamnya. JPMorgan, Citi, dan Bernstein termasuk firma Wall Street yang melihat potensi kenaikan lebih besar bagi produsen chip tersebut.
Saham produsen chip lain yang sempat melemah mulai pulih. Broadcom ditutup naik 2,8%, sementara Micron Technology menguat 3,6%, menandakan banyak investor percaya hasil Nvidia memberi lampu hijau bagi perdagangan terkait AI untuk berlanjut.
Sementara itu, saham Snowflake yang berfokus pada AI melonjak 20% setelah hasil kuartal keduanya melampaui ekspektasi.
Pasar sebelumnya juga menguat pada Rabu, dengan S&P 500 mencetak rekor menjelang laporan Nvidia yang kuat. Investor juga mengabaikan ancaman terhadap independensi Federal Reserve dari pemerintahan Trump setelah Presiden Donald Trump awal pekan ini memecat Gubernur The Fed Lisa Cook, yang kemudian secara resmi menggugat keputusan itu pada Kamis. Hakim telah menjadwalkan sidang pada Jumat.
Mendukung sentimen, Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Kamis bahwa produk domestik bruto tumbuh 3,3% secara tahunan pada kuartal kedua. Angka ini lebih baik dari estimasi awal 3,0% dan perkiraan konsensus Dow Jones sebesar 3,1%.
Baca Juga
Ekonomi AS Kuartal II-2025 Tumbuh 3,3%, Lebih Kuat dari Perkiraan
Tantangan berikutnya bagi pasar adalah laporan inflasi pada Jumat. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) untuk Juli akan naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan.

