UNRWA Desak Israel Akui Tanggung Jawab atas Kelaparan Gaza
Poin Penting
|
NEW YORK, Investortrust.id - Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Sabtu (23/8/2025) mendesak Israel agar berhenti menyangkal tanggung jawab atas kelaparan yang terjadi di Jalur Gaza serta meminta negara-negara berpengaruh segera bertindak untuk mengakhiri krisis tersebut.
“Sudah saatnya Pemerintah Israel berhenti menyangkal kelaparan yang telah diciptakannya di Gaza,” kata Philippe Lazzarini melalui platform media sosial X.
“Semua pihak yang memiliki pengaruh harus menggunakannya dengan tekad dan rasa tanggung jawab moral. Setiap jam sangat berharga,” tambahnya.
Baca Juga
PBB: Israel Harus Hentikan Rencana Pengambilalihan Penuh Gaza
Peringatan Lazzarini datang setelah Integrated Food Security Phase Classification (IPC), pemantau kelaparan global yang didukung PBB, mengonfirmasi pada Jumat bahwa kelaparan telah terjadi di Gaza bagian utara. IPC juga memproyeksikan kondisi ini akan meluas ke wilayah tengah dan selatan Jalur Gaza pada akhir September mendatang.
Sejak Oktober 2023, Israel telah menewaskan lebih dari 62.000 warga Palestina di Gaza. Kampanye militer yang berlangsung tidak hanya menghancurkan wilayah tersebut, tetapi juga menyebabkan kematian akibat kelaparan, migrasi paksa, serta penyebaran penyakit.
Pada November tahun lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait perang yang digencarkan di wilayah tersebut.

