Trump Peringatkan Tunawisma Agar Segera Tinggalkan Washington
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id – Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada populasi tunawisma di Washington DC, meminta mereka segera meninggalkan ibu kota negara.
Baca Juga
Pada Minggu (10/8/2025), Trump memberi sinyal bahwa ia mempercepat rencananya untuk memberantas kejahatan di Washington DC, meskipun data menunjukkan tingkat kriminalitas di ibu kota negara tersebut sedang menurun.
Ia juga mengeluarkan peringatan kepada populasi tunawisma di kota itu. “Tunawisma harus pindah, segera. Kami akan memberikan tempat tinggal, tetapi jauh dari ibu kota,” tulisnya di Truth Social.
Pernyataan Trump ini muncul di tengah meningkatnya retorika soal penanggulangan kejahatan di Distrik dalam beberapa hari terakhir, setelah seorang mantan anggota Departemen Efisiensi Pemerintahan diserang dalam percobaan perampasan kendaraan.
“Tidak akan ada ‘Mr Nice Guy’. Kami ingin ibu kota kami kembali,” seru Trump, dikutip dari CNBC.
Bulan lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang mempermudah kota-kota untuk memindahkan tunawisma, yang memicu kritik dari para pembela tunawisma. Unggahan media sosialnya kali ini menjadi tanda terbaru bahwa ia berniat melanjutkan upaya tersebut, khususnya di ibu kota negara.
Komentar Trump tentang kejahatan di District of Columbia (DC) itu bertolak belakang dengan data Departemen Kehakiman yang menunjukkan bahwa pada 2024, tingkat kejahatan dengan kekerasan di kota itu berada di titik terendah dalam 30 tahun, dan jumlah kasus pembunuhan, perampokan, serta perampasan kendaraan bersenjata semuanya menurun.
Baca Juga
Trump Pilih Penasihat Ekonomi Stephen Miran sebagai Pengganti Kugler di The Fed
Trump juga kembali menegaskan dalam unggahan media sosialnya bahwa ia berencana menggelar jumpa pers di Gedung Putih pada Senin mengenai kejahatan di D.C.
Ia menyebut bahwa pernyataannya juga akan membahas soal kebersihan serta renovasi fisik dan kondisi umum ibu kota yang dulunya diklaim indah dan terawat dengan baik.
Pekan lalu, Gedung Putih mengumumkan upaya selama tujuh hari untuk menanggulangi kejahatan di kota itu, termasuk meningkatkan kehadiran aparat penegak hukum federal di seluruh Distrik.
Distrik ini telah lama menjadi sasaran kritik Trump, termasuk selama masa jabatan pertamanya. Namun, belakangan bahasanya menjadi semakin keras, memicu kemarahan dari pimpinan Partai Demokrat di kota tersebut.
“Perbandingan dengan negara yang dilanda perang itu berlebihan dan tidak benar,” kata Wali Kota D.C., Muriel Bowser, di MSNBC.
“Saya juga ingin menegaskan bahwa kami selalu ingin menjadi lebih baik, dan ada banyak cara — lebih dari kota lain di Amerika — di mana pemerintah federal dapat membantu Distrik Columbia,” lanjutnya.

