India Meradang, Kritik UE dan AS Soal Perdagangan dengan Rusia
Poin Penting
|
NEW DELHI, investortrust.id – Pemerintah India menanggapi keras ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump, yang menyebut New Delhi mengambil untung dari minyak diskon Rusia. Dalam pernyataan tegas yang dirilis Senin malam (4/7/2025), India balik menuduh AS dan Uni Eropa bersikap munafik karena masih aktif berdagang dengan Moskow meski mengkritik langkah India.
Baca Juga
India Abaikan Ancaman ‘Tarif Penalti’ Trump, Tetap Impor Minyak Rusia
“Negara-negara yang mengkritik kami justru terlibat perdagangan dengan Rusia, dan tidak seperti kami, mereka melakukannya bukan karena terpaksa oleh kebutuhan nasional,” tegas Kementerian Luar Negeri India, dikutip dari CNBC.
India menyatakan bahwa pihaknya sedang “ditargetkan” oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa atas impor minyak Rusia setelah Presiden AS Donald Trump, dalam unggahan media sosial, mengancam New Delhi dengan tarif yang jauh lebih tinggi.
Dampak Perang Ukraina
India mulai mengimpor minyak dari Rusia hanya setelah “pasokan tradisional” dialihkan ke Eropa menyusul pecahnya perang Rusia–Ukraina pada tahun 2022, sebut kementerian luar negeri India dalam pernyataan itu.
Kementerian LN India mempertanyakan tudingan Uni Eropa dan Amerika Serikat. “Sangat terlihat bahwa negara-negara yang mengkritik India justru melakukan perdagangan dengan Rusia. Tidak seperti kasus kami, perdagangan mereka bahkan bukan karena kebutuhan nasional yang mendesak,” bebernya.
Perdagangan bilateral Uni Eropa dengan Rusia mencapai 67,5 miliar euro (setara $78,1 miliar) pada tahun 2024, sementara perdagangan jasa pada tahun 2023 sebesar 17,2 miliar euro, menurut data Komisi Eropa. Dengan mengutip angka tersebut, India menyatakan bahwa volume perdagangan blok tersebut “jauh lebih besar” dibandingkan total perdagangan India dengan Rusia.
Data dari Kedutaan Besar India di Moskow menunjukkan bahwa perdagangan bilateral antara New Delhi dan Moskow mencapai rekor $68,7 miliar untuk tahun yang berakhir Maret 2025, hampir 5,8 kali lipat dari perdagangan sebelum pandemi sebesar $10,1 miliar.
Baca Juga
Trump Modifikasi Tarif Jelang ‘Deadline’, Barang Transshipment Kena Bea 40%
Sementara itu, Uni Eropa adalah mitra dagang terbesar ketiga Rusia pada 2024, menyumbang 38,4 persen dari total perdagangan barang global negara tersebut, turun dari posisi sebagai mitra utama Moskow pada 2020. Perdagangan barang UE dengan Rusia anjlok hampir 74 persen pada 2024 dari 257,5 miliar euro pada 2021.
Pernyataan India ini muncul setelah Trump mengancam pada hari Senin bahwa ia akan “menaikkan secara substansial” tarif terhadap India, meskipun tidak merinci besaran kenaikan tarif tersebut. Presiden AS sebelumnya telah mengancam akan mengenakan bea masuk sebesar 25 persen terhadap ekspor India, serta “hukuman” tambahan yang tidak dijelaskan pekan lalu.
Ia juga menuduh India membeli minyak Rusia dengan harga diskon dan “menjualnya di Pasar Terbuka untuk keuntungan besar.”
Rusia menjadi pemasok minyak terbesar bagi India sejak dimulainya perang di Ukraina, dengan impor meningkat dari kurang dari 100.000 barel per hari sebelum invasi — atau 2,5 persen dari total impor — menjadi lebih dari 1,8 juta barel per hari pada tahun 2023 — 39 persen dari total impor — menurut laporan Badan Informasi Energi AS awal tahun ini.

