Sentimen Tarif Trump Tekan Wall Street, Dow Jones Merosot Hampir 150 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Bursa saham Amerika Serikat berakhir nyaris tanpa arah pada Jumat waktu AS atau Sabtu (19/7/2025) WIB. Hal ini mencerminkan pasar yang mulai hati-hati menyikapi kabar baru seputar rencana tarif dagang dari Presiden Donald Trump terhadap Uni Eropa. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite hanya bergerak tipis, bahkan setelah laporan keuangan kuartalan mayoritas emiten menunjukkan hasil yang solid. Indeks Dow Jones merosot hampir 150 poin.
Baca Juga
Tegas! Ini Tanggapan Uni Eropa dan Meksiko atas Tarif 30% AS
Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite tak banyak berubah. Indeks sempat turun sesaat akibat laporan Financial Times yang menyebut Presiden AS Donald Trump mendorong tarif baru yang tinggi atas produk-produk Uni Eropa.
Laporan FT menyebut bahwa pemerintahan Trump mengincar tarif minimum antara 15% hingga 20% dalam kesepakatan dagang apapun dengan blok Eropa, yang sempat menekan pasar sebelum kemudian pulih sebagian.
Indeks S&P 500 turun 0,57 poin atau 0,01% ke level 6.296,79, sementara Nasdaq Composite naik 10,01 poin atau 0,05% menjadi 20.895,66. Dow Jones Industrial Average turun 142,30 poin atau 0,32% menjadi 44.342,19.
Baik S&P 500 maupun Nasdaq sebelumnya mencetak rekor tertinggi berulang kali dalam beberapa pekan terakhir, karena investor mulai bersikap ambivalen terhadap ancaman tarif Trump dan percaya bahwa kebijakan ini mungkin tidak akan merusak ekonomi AS seburuk yang dikhawatirkan sebelumnya.
Namun, pekan ini dipandang sebagai ujian nyata untuk melihat bagaimana kebijakan ekonomi Trump berdampak terhadap perekonomian secara luas.
“Orang-orang mulai lelah memperdagangkan berita utama seputar tarif atau tenggat waktu tarif, dan kini mereka lebih ingin melihat bukti langsung dari dampaknya melalui angka-angka,” kata Greg Boutle, kepala strategi ekuitas dan derivatif AS di BNP Paribas, seperti dikutip Reuters.
Sejumlah data ekonomi menunjukkan sinyal campuran, termasuk penjualan ritel yang kuat, inflasi konsumen yang naik, dan harga produsen yang datar untuk bulan Juni.
Baca Juga
Indeks Sentimen Konsumen dari University of Michigan meningkat bulan ini, meskipun konsumen masih khawatir soal tekanan harga di masa depan.
Musim laporan keuangan dimulai pekan ini, memberikan kesempatan bagi perusahaan AS untuk menunjukkan apakah tarif berdampak pada bisnis mereka atau tidak.
Perusahaan industri besar 3M turun 3,7% setelah mengatakan bahwa dampak tarif baru akan lebih terasa di paruh kedua tahun ini.
Dari 59 perusahaan S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan kuartal kedua sejauh ini, 81,4% berhasil melampaui ekspektasi laba Wall Street, menurut data LSEG I/B/E/S.
Charles Schwab yang melaporkan pada Jumat, sahamnya naik 2,9% setelah mencetak laba lebih tinggi. Regions Financial melonjak 6,1% setelah menaikkan proyeksi pendapatan bunga tahun 2025.
Namun, pekan ini juga menunjukkan bahwa mengalahkan ekspektasi bukan jaminan saham akan naik. American Express melampaui estimasi laba kuartal kedua, tetapi sahamnya turun 2,3%.
Netflix turun 5,1% meskipun kesuksesan serial Squid Game membantu perusahaan melampaui target laba. Perusahaan streaming ini juga menaikkan proyeksi pendapatan tahunan.
Boutle dari BNP menyatakan bahwa meski tidak semua saham melonjak karena laporan laba, pasar secara keseluruhan tetap melaju naik. Kenaikan yang lebih signifikan bisa terjadi jika beberapa perusahaan besar mencetak hasil yang jauh di atas ekspektasi.
Saham-saham kripto naik setelah DPR AS mengesahkan rancangan undang-undang untuk membentuk kerangka regulasi bagi aset kripto. Robinhood Markets dan Coinbase Global masing-masing naik 4,1% dan 2,2%.
Di antara sektor-sektor S&P yang mencatat kinerja positif, sektor utilitas menjadi yang paling tinggi dengan kenaikan 1,7%, mendorong indeks ke penutupan rekor.
Sektor energi memimpin penurunan dengan pelemahan 1%. Sektor ini terbebani oleh SLB yang turun 3,9% setelah melaporkan laba kuartalan lebih rendah dan prospek suram, serta Exxon Mobil yang merosot 3,5% setelah kalah dalam gugatan hukum penting terkait akuisisi Hess oleh Chevron.
Untuk sepekan ini, indeks S&P 500 naik 0,59%, Nasdaq naik 1,5%, dan Dow turun 0,07%.

