Danantara Buka Peluang Libatkan Investasi Asing dalam Kemitraan dengan Prancis
Poin Penting
|
PARIS, Investortrust.id - Menteri Investasi RI sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa Indonesia melalui Danantara membuka pintu selebar-lebarnya bagi keterlibatan investasi asing, termasuk dari perusahaan-perusahaan asal Prancis. Dalam forum France-Indonesia Business Dialogue yang berlangsung di Paris, Prancis, Selasa (15/7/2025), ia menyampaikan bahwa Danantara, sebagai sovereign wealth fund (SWF) Indonesia yang baru dibentuk, kini mengelola lebih dari 889 perusahaan milik negara dan siap berkolaborasi dengan mitra internasional.
“Kini kami memiliki dana sebesar US$ 8 miliar yang siap dikelola dan diinvestasikan. Dana ini berasal dari dividen yang kami terima dari seluruh BUMN strategis di Indonesia,” ungkap Rosan.
Ia menambahkan bahwa dengan potensi dividen yang terus mengalir setiap tahun, dana investasi tersebut dapat tumbuh hingga US$ 45 miliar dalam lima tahun tanpa leverage. Jika dimaksimalkan dengan pengungkit finansial (leverage) empat hingga lima kali, maka total nilai investasi yang dapat dikelola Danantara bisa mencapai US$ 125 miliar hingga US$ 250 miliar.
Rosan menjelaskan bahwa Danantara pada tahap awal akan memprioritaskan investasi sebesar 80% di dalam negeri, namun tetap membuka peluang investasi di luar negeri, termasuk Prancis. “Sekarang saya bisa berinvestasi bersama Anda. Jika Anda mencari mitra lokal, saya bisa berinvestasi bersama Anda. Dan kami juga bisa berinvestasi di Paris, di Prancis, selama itu menciptakan lebih banyak pekerjaan berkualitas untuk Indonesia,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa bersedia menerima return yang lebih rendah apabila investasi tersebut berdampak pada penciptaan lapangan kerja di Indonesia.
Baca Juga
Danantara Bakal Garap Sektor Energi 6 Bulan ke Depan, Ini Daftar Proyek Andalannya
Fokus investasi Danantara mencakup sektor-sektor strategis seperti kesehatan, energi terbarukan, hilirisasi industri, dan infrastruktur digital. Rosan menekankan bahwa semua investasi akan dilakukan dengan standar tata kelola kelas dunia, transparansi, dan akuntabilitas tinggi.
Dalam konteks kemitraan global, Prancis disebut sebagai investor terbesar ketiga dari Uni Eropa di Indonesia, setelah Belanda. Rosan melihat potensi besar untuk memperluas kerja sama antara kedua negara, apalagi kedua pemimpin negara saat ini memiliki hubungan yang sangat erat.
Ia juga menyoroti momentum penting yang akan datang, yaitu penandatanganan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) pada September mendatang.
“Akhirnya setelah 10 tahun, kita sepakat 100 persen untuk menyelesaikan semua isu dan menandatangani I-EU CEPA,” kata Rosan. Perjanjian ini diyakini akan membuka banyak peluang di bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata antara Indonesia dan Uni Eropa, termasuk Prancis.
.

