Wamenlu: BRICS Tidak untuk Melawan Suatu Kelompok atau Negara
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyebut pertemuan anggota-anggota BRICS tidak ada upaya untuk melawan kelompok dan negara.
“Pertemuan BRICS ini kan tidak ada upaya apapun untuk melawan Amerika atau yang lainnya,” kata Nasir, di Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (8/7/2025) atau Senin dini hari waktu Brasil.
Nasir mengatakan pertemuan BRICS bertujuan untuk mempersatukan negara berkembang. Sehingga, negara-negara berkembang mampu menghadapi tantangan global yang ada.
“Isu-isu yang dibahas, seperti lingkungan hidup, kesehatan, kita bahas masalah situasi global, multilateralisme, dan bagaimana kita bisa memperkuat multilateralisme,” jelas dia.
Nasir mengatakan pertemuan tak membahas secara detail ancaman tambahan tarif impor ke Amerika Serikat (AS) bagi anggota BRICS sebesar 10%. Pernyataan itu dikeluarkan Presiden AS Donald Trump bertepatan dengan gelaran pertemuan BRICS di Brasil.
“Tidak ada pembahasan karena isu seperti itu. Kita tidak bisa mengontrol apa yang disampaikan Presiden AS atau kepala negara lainnya. Itu yang perlu ditekankan, bahwa banyak di luar hal-hal yang sebenarnya tidak sesuai hal-hal yang dibahas dalam BRICS,” kata dia.
Dalam Deklarasi Rio 2025 yang dihasilkan dalam KTT BRICS 2025, para pemimpin BRICS menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya unilateralisme dalam kebijakan perdagangan global, termasuk kebijakan AS yang dinilai merusak stabilitas ekonomi dunia. Dalam dokumen tersebut, BRICS secara halus mengecam kebijakan tarif sepihak dan dominasi mata uang tunggal dalam sistem keuangan internasional.
Meski tidak menyebut AS secara langsung, namun pernyataan ini diyakini sebagai respons terhadap langkah-langkah proteksionis yang semakin agresif dari pemerintahan Presiden Trump.

