Presiden Lula sambut Hangat Presiden Prabowo di KTT BRICS
Poin Penting
|
RIO de JANEIRO - Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva sambut hangat Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri rangkaian kegiatan rapat pleno KTT BRICS 2025 di Museum of Modern Art (MAM) Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025).
Presiden Prabowo Subianto tiba di Museum of Modern Art (MAM) Rio de Janeiro, Minggu (6/7/2025) pukul 10.52 pagi waktu setempat dari tempatnya bermalam.
Presiden Prabowo disambut dengan pasukan kehormatan dan karpet merah, sebagai tradisi yang menunjukkan penghormatan bagi para pemimpin dunia di KTT BRICS 2025, Brasil.
Mengenakan setelan jas hitam dipadu dengan peci berwarna senada, Prabowo disambut langsung oleh Presiden Lula, bak kawan lama yang bertemu kembali.
Saat kedua pemimpin itu bertemu, Presiden Lula tak segan langsung memeluk erat Presiden Prabowo yang terlebih dahulu menyampaikan salam hormat dengan menangkupkan kedua tangannya.
Dengan senyum merekah di antara keduanya, Presiden Lula tak lupa menjabat tangan Presiden Prabowo sambil berbincang singkat.
Baca Juga
Prabowo akan Angkat Suara Indonesia dalam Berbagai Isu Global di KTT BRICS Rio de Janeiro
Sebelum Prabowo dipersilakan untuk memasuki ruangan yang menjadi tempat berlangsungnya rapat pleno, Presiden Lula mengajak berfoto bersama di depan latar BRICS.
Ketika berpose, Presiden Lula tampak kembali menepukkan tangannya saat berjabat tangan dengan Prabowo, seraya menunjukkan gestur hangat tanda hubungan baik kedua negara.
Sebelum KTT BRICS 2025, pertemuan terakhir Presiden Prabowo dan Presiden Lula berlangsung pada KTT G20, di mana Brasil menjadi tuan rumah pertemuan tersebut pada November 2024.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT BRICS ini menjadi simbol atas keterlibatan Indonesia yang kini resmi tergabung dalam kelompok ekonomi dunia itu bersama negara-negara pendiri, yakni Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, dan negara mitra, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan lainnya.
Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih yang mendampingi Prabowo, antara lain Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan Arrmanatha Nasir dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kedatangan delegasi Indonesia ini menandai keseriusan pemerintah dalam mengambil peran aktif dalam pembentukan tatanan ekonomi global baru yang lebih adil dan seimbang, demikian seperti dikutip dari Antara.

